Lembaga Tepak Sirih Rohil Akan Gelar Festival Meriam Buluh

Brosur Meriam Buluh. Foto: Lembaga Tepak Sirih.

Siberriau - ROHIL - lembaga Tepak Sirih Rokan Hilir (Rohil) bakal menggelar Festival Meriam Bambu. Festival ini merupakan yang ke-3, sebagai bentuk pelestarian tradisi.

"Setiap daerah di Indonesia ini tentunya memiliki permainan rakyat yang menjadi ciri khas. Akan tetapi perkembangan zaman yang pesat membuat permainan dan tradisi daerah oleh tergerus zaman," tulis Ketua Lembaga Tepak Sirih, Muhammad Sarbaini, memulai rilis, Jumat (14/4/2023).

Menyadari bakal punahnya permainan meriam buluh (bambu) yang merupakan permainan tradisional itu, Lembaga Tepak Sirih katanya kembali menghidupkan permainan tersebut.

Bahkan, generasi penerus bangsa ini mengaku akan menggelar festival bertajuk 'Festival Meriam Buluh' yang akan diselenggarakan pada malam 27 ramadan mendatang.

Lokasinya di Halaman Kantor Sekretariat Lembaga Tepak Sirih di Kepenghuluan Batu Hampar Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau (17/4/2023).

Muhammad Sarbaini yang biasa dipanggil Rahmat Pantun menjelaskan ide awal kegiatan ini yaitu melestarikan budaya sekaligus memeriahkan bulan suci ramadan tahun 2023 serta memperkenalkan kembali tradisi atau budaya zaman dahulu yang sempat hilang, kepada generasi muda yang ada di kecamatan tersebut.

"Generasi sekarang tahunya smartphone saja, mainannya . Untuk itu kita hidupkan pertunjukan tradisi ini kembali untuk dikenalkan ke generasi penerus,” kata Rahmat Pantun.

Selanjutnya, Rahmat Pantun juga membeberkan kegiatan festival meriam bambu (Meriam Buluh) merupakan kegiatan yang ke-3 diselenggarakan.

Kegiatan ke-2 pernah diadakan pada tahun 2022 di Depan Kantor Kepenghuluan Melayu Besar Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau.

Ia menambahkan, perlombaan meriam bambu ini diikuti tingkat umum baik anak-anak maupun dewasa se-Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan.

"Permainan ini merupakan permainan jaman dulu setelah sekian lama menghilang di masyarakat, alhamdulillah peminatnya tahun semalam banyak," ujar Rahmad Pantun.

Sedangkan untuk perlengkapan seperti meriam bambunya, ditanggung peserta. Namun untuk minyak tanah disediakan panitia, biaya pendaftaran gratis.

Ia mengaku kegiatan yang digawangi Lembaga Tepak Sirih ini terlaksana dengan swadaya masyarakat, dengan cara keliling mencari donatur yang siap menjadi seponsor.

Meski beberapa orang telah menyalurkan bantuan, namun pihaknya berharap adanya uluran tangan dari tokoh masyarakat dan pemerintah agar kegiatan ini lebih meriah.

"Bagi kawan-kawan yang mau mendaftar sebagai peserta, silahkan daftar ke panitia. Brosur sudah kami sebar melalui media sosial, istagram dan facebook, dan ditempel di warung oleh anggota Lembaga Tepak Sirih," jelasnya.

Rahmat Pantun berharap, budaya lama ini tetap dilestarikan oleh masyarakat Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan Rokan Hilir Pada umumnya dan kedepannya semoga mendapatkan dukungan dari pemerintah terkait semoga masuk agenda event tahunan oleh Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Rokan Hilir.

“Semoga permainan yang sempat hilang ini dapat selalu hidup dan menjadi budaya baru di masyarakat dan kedepannya mendapat dukungan penuh dari pemerintah,” tutupnya. (Rilis)

TERKAIT