Motor Air Jalur Perdagangan Karet Sungai Indragiri Tahun 1960-an

Piagam Penghargaan diberikan kepada Noprio Sandi (kategori umum) Pemenang 10 Besar.

Siberriau - PEKANBARU - Motor Air Jalur Perdagangan Karet Sungai Indragiri Tahun 1960-an, sebuah karya tulis ilmiah, pemenang 10 besar Lomba Penulisan Sejarah Lokal dengan tema "Merangkai Jejak Masa Lampau Menuju Masa Depan Riau" ditaja Dinas Kebudayaan Provinsi Riau pada November 2022 lalu, merupakan karya Noprio Sandi.

Dalam ringkasannya menjelaskan, motor air jalur perdagangan karet Sungai Indragiri tahun 1960-an menjadi alat penting dalam pendistribusian. Rute yang dilalui tentu sangat heroik dan perlu diketahui generasi muda. Tujuan penulisan untuk mengetahui motor air dan rute jalur perdangan karet Sungai Indragiri tahun 1960-an.

Untuk menulis hal tersebut, penulis menggunakan metode heuristic (pencarian), menghubungkan antara teori, konsep yang ada relevansinya, lalu melakukan penghitungan untuk menguji keabsahan perkataan narasumber (verifikasi atau kritik sumber), lalu mengintepreasikan dalam bentuk tulisan.

Hasil tulisan, pertama, motor air menarik hanya dua belungkang dari Teluk Kuantan menuju Rengat, bentuknya bagian depan kosong, bagian tengah sampai belakang bertingkat, atas untuk kapten dan ABK, bawah untuk mesin (caterpillar salah satu merknya), bermuatan karet, total perminggu diperkirakan 110 ton, memakan waktu selama dua hari satu malam, sedangkan sebaliknya dari Rengat ke Teluk Kuantan, bermuatan sembako, tiga sampai empat hari. Kedua, rute Teluk Kuantan – Rengat maupun sebaliknya berbelok-belok, memerlukan kapten kapal yang handal, dipengaruhi debit air, titik persinggahan hanya di Baserah.

Berikut isi lengkapnya, bisa dibaca dan didownliad secara gratis dalam format pdf. (Noprio Sandi)

TERKAIT