Disbud Riau Gelar Lomba Memasak Masakan Tradisional di Pelalawan
Siberriau - PELALAWAN - Lomba Memasak Tradisonal di Taman Bidadari Sorek, Pelalawan, Kamis (18/5/2023) sukses digelar. Rupanya, masakan tradiosional masyarakat disana tak kalah bersaing dengan masakan tradisional lainnya.
Ada tarian pada awalnya, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Yoserizal Zen sibuk memberikan arahan, kepada panitia.
Sejumlah ibu-ibu mulai mempersiapkan bahan yang akan dimasak.
Termasuk bumbu, peserta lomba menggunakan batu gilingan, sepintas, bumbu didominasi warna kuning, tentunya itu kunyit.
Cara menggiling bumbu peserta yang sudah berpengalaman menandakan kalau masyarakat disana memang masih menggunakan batu gilingan kesehariannya, jauh berbeda dengan masyarakat di kota yang sudah menggunakan blender.
Rahasia resep masakan mereka, tidak dibeberkan, namun kadang terciduk, dari bumbu tersebut, juga dicampur, air, dan uniknya, air sengaja dimasukkan kedalam kendi, kendi ini menjadi ciri khas masyarakat disana menyimpan air.
Lalapan terung, petai, rimbang dan lainnya tidak bisa ditingggalkan, karena masakan tradisional di Petalang ini memang seperti itu, hmm, mulai menggugah selera.
Menggiling, meracik bumbu, menggiling, dikerjakan secara bersama oleh beberapa orang, disini terlihat, masyarakat tradsional sudah membudayakan gotong royong dalam memasak, sungguh kegiatan Disbud Riau yang unik dan jarang ditemukan dikawasan perkotaan.
Bumbu selesai, bahan yang mau dimasak selesai, seperti ikan, lalapan sudah, tibalah giliran memasak.
Memasak, tidak menggunakan kompor, tetapi menggunakan kayu bakar, semua tahu, kalau masakan menggunakan kayu bakar ini, rasanya sangat enak. Bahkan sejumlah rumah makan terkenal, masih menggunakan kayu bakar untuk memasak. Ternyata rahasia masakan ini juga diterapkan masyarakat tradisional di Pelalawan ini.
Disamping ada yang memasak, ternyata ada satu hal yang tidak bisa ditinggalkan masakan tradisonal disini, sambal lado. Ya, batu gilingan terlihat memerah, tangan terampil menggilingnya sambil ada alunan bunyi, namun mata ibu-ibu disini tidak perih, ini memandakan mereka sudah terbiasa menggiling cabe dengan batu gilingan.
Cabe yang digiling menggunakan batu gilingan ini, rasanya sangat enak, rahasia masakan ini ternyata sedikit demi sedikit bisa terlihat oleh publik, bisa kah kita menirunya?, ibu-ibu sekarang, tentu lebih cendrung menggiling cabe menggunakan blender lagi.
Akhirnya masakan tradisional siap disajikan, tentu penataan juga menentukan untuk bisa menang, rata-rata mereka menata, sambal lado pada bagian depan meja, disamping masakan gulai ikan khas, sebelahnya lalapan dan lainnya.
Lalu bagaimana rasanya?. Eh jangan terkejut, ketika lidah mencicip pertama, kita akan bergumam, enaknya!. Betapa tidak, masakan tradisional ini dengan ciri khas melayu, jika direstoran melayu di Pekanbaru atau kota-kota besar, harganya sangat mahal, wajar saja, karena masakan melayu merupakan masyarakat tradisional yang penuh kecerian, kebersamaan, ketelitian sampai memilih bahan yang baik, dalam membuatnya. (Advertorial/Disbud Riau/NS)
- MTQ XLIV Riau Ditutup
- KPK Tangkap Tangan Tersangka Dugaan Suap Jabatan di Pemkab Kuansing
- Siberriau.com Ucapkan Selamat dan Sukses atas Kenaikan Pangkat Aipda Benny Simbolon
- Wabup Syafaruddin Poti Apresiasi Polri Perkuat Kebersamaan dengan Masyarakat
- Polsek Kepenuhan dan Wartawan Perkuat Kemitraan Demi Kondusivitas Wilayah
- Pertamina Hulu Rokan Serahkan Bantuan Penerbitan Buku Karya Rahmat Pantun di Rohil
- Daulat Wathan Negeri Rokan Hilir, Menjaga Tanah Warisan dari Tantangan Modernitas

