Disbud Riau Gelar Kenduri Budaya Petalangan

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, R Yoserizal Zen saat Kenduri Budaya Petalangan, Kamis (18/5/2023) malam. Foto: Disbud Riau.

Siberriau - PELALAWAN - Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Riau gelar Kenduri Budaya Petalangan. Salah satu tujuannya, memperkenalkan dan mensosialisasikan kebudayaan, kesenian serta Makanan Tradisional Daerah Kabupaten Pelalawan kepada generasi muda.

Kepala Disbud Riau, R Yoserizal Zen melalui Kabid Pelestarian Adat dan Nilai Budaya Wira Haryoko didampingi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Sarimin, sesuai dengan Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) menjelaskan Kamis (18/5/2023), kalau di Kabupaten Pelalawan, hidup Suku Petalangan.

Desa-desa pemukiman orang Petalangan terletak sekitar 60-95 kilometer dari Kota Pekanbaru.

Kebanyakan orang Petalangan mencari nafkah dari hutan karet dan sebagai nelayan di Kabupaten Pelalawan.

Istilah Petalangan berasal dari kata talang, yang merupakan sejenis bambu. Suku ini juga menyebut diri mereka sebagai orang darat.

Menurut tombo Orang Petalangan, mereka datang dari Johor menggunakan perahu, dan membuka hutan di pemukiman mereka sekarang ini.

Mereka kemudian menjadi kawula Kerajaan Kampar, dan kemudian Pelalawan.

Di bawah pemerintahan Kesultanan Pelalawan mereka mendapat pengakuan hak atas wilayah hutan mereka (Hutan Tanah Perbatinan Kurang Satu Tiga Puluh), yang dipimpin oleh kepala adat yang dikenal dengan sebutan batin.

Orang Petalangan menjual hasil hutan dan jasa kepada Kesultanan Pelalawan.

Dengan kemerdekaan Indonesia, kehidupan orang Petalangan mengalami perubahan.

Kesultanan Pelalawan digabungkan ke dalam Republik Indonesia, dan pemerintahan tradisional oleh batin digantikan oleh kepala desa yang diangkat oleh pemerintah Republik Indonesia.

Adat Petalangan merupakan paduan dari sistem yang matrilineal dan sistem Melayu yang patriarkis.

Meskipun mayoritas masyarakat Petalangan menyatakan diri mereka berasal dari Semenanjung Malaya, sebagian mengaku berasal dari Minangkabau.

Berdasarkan sistem matrilineal masyarakat Petalangan dibagi atas beberapa suku seperti Sengerih, Lubuk, Pelabi, Medang, Piliang, Melayu, Penyabungan dan Pitopang.

Harta diwariskan dari ibu ke anak perempuan. Meskipun begitu anggota keluarga laki-laki mengendalikan praktik adat.

Lebih lanjut dijelaskan, Kenduri Budaya Petalangan merupakan kegiatan yang bersifat pelestarian budaya atau kesenian yang ada di Kabupaten Pelalawan.

Peranan budaya manusia sangat penting, baik itu kebudayaan, kesenian maupun makanan tradisional yang ada di masyarakat Pelalawan.

Pembuatan makanan tradisional, mulai dari bentuk keterampilan, kreativitas, sentuhan seni, tradisi, dan selera.

Makin tinggi budaya manusia, makin luas variasi bentuk makanan dan makin kompleks cara pembuatannya, serta makin rumit liku-liku penyajiannya. Makanan tradisional yang yang di perlombakan dalam Kenduri Budaya Petalagan terdapat di Pelalawan.

Dinas Kebudayaan Provinsi Riau sebagai ujung tombak bagi pemerintah untuk Pelestarian, Pelindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan yang ada di Provinsi Riau, sesuai perda no. 04 tahun 2016 Dinas Kebudayaan terbentuk untuk mendukung visi Provinsi Riau sebagai pusat Kebudayaan Melayu di kawasan Asia Tenggara.

Dengan latar belakang yang demikian Dinas Kebudayaan Provinsi Riau melaksanakan kegiatan Pengelolaan Kebudayaan yang Masyarakat Pelakunya Lintas Daerah Kabupaten/Kota dalam 1 (satu) Daerah Provinsi yang didalamnya terdapat kegiatan Kenduri Budaya Petalangan.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kreatifitas masyarakat dalam upaya melestarikan salah satu kebudayaan daerah sesuai dengan Undang-undang No 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

Maksud dan tujuan kegiatan tambahnya, memperkenalkan dan mensosialisasikan kebudayaan, kesenian serta Makanan Tradisional Daerah Kabupaten Pelalawan kepada generasi muda.

Juga sebagai salah satu upaya melestarikan dan mengembangkan kebudayaan, kesenian dan Makanan Tradisional Kabupaten Pelalawan, serta menumbuhkan rasa kecintaan terhadap kebudayaan sendiri.

Hasil Kenduri Budaya Petalangan ini diharapkan, terlaksananya pelestarian dan pendataan pada data berbagai macam kebudayaan, kesenian dan makanan tradisional yang dimiliki Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.

Penyebarluasan pengenalan kebudayaan, kesenian dan makanan tradisonal melalui pagelaran serta pameran kuliner yang dilombakan dan lengkap dipergunakan sebagai bahan panduan yang akan dikembangkan kepada generasi penerus agar tidak punahnya kebudayaan, kesenian dan makanan tradisonal tersebut di mata dunia terutama pada daerah sendiri. Yang akan dikembangkan kepada generasi penerus.

Ditetapkan untuk dipertahankan keberadaannya sebagai seni yang berkualitas dan mempunyai nilai histori sejarah yang akurat terhadap seni yang ada pada daerah Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.

Mendapatkan data yang diolah menjadi informasi yang dipergunakan sebagai bahan perencanaan dan perumusan terhadap pelestarian dalam pengelolaan dengan strategi jangka panjang agar inventarisasi dapat terlaksana sesuai dengan perkembangan kesenian, seni dan budaya terhadap budaya Melayu Riau. (Advertorial Disbud Riau/NS)

TERKAIT