Mandi Balimau Ditengah Kekeringan Melanda

Suasana mandi balimau di Lubuk Bunian Tepian Napagh Kuniang Seberang Cengar Kecamatan Kuantan Mudik, Kuansing. (noprio sandi)

Siberriau-TELUKKUANTAN-Kabupaten Kuantan Singingi dan Kampar termasuk kabupaten yang terkenal dengan tradisi mandi balimau atau balimau kasai. Namun memasuki ramadan 1443 H kali ini, tradisi ini harus dihadapkan dengan kekeringan yang melanda, sehingga sejumlah sungai airnya sedikit.

Pantauan disepanjang ruas Pekanbaru-Teluk Kuantan, Kamis (31/3/2022), ada beberapa anak sungai yang biasa digunakan masyarakat untuk mandi balimau. Bahkan ada yang sengaja membuat panjat pinang untuk memeriahkannya. Namun semua anak sungai tersebut, airnya sangat dangkal.

Saat mandi balimau, Sabtu (2/4/2022), masyarakat di Kuansing mulai bingung mencari tempat mandi balimau. Penyebabnya, karena sejumlah anak sungai yang biasanya digunakan untuk mandi balimau, kekeringan, bahkan untuk anak sungai disekitar perkebunan kelapa sawit, anak sungainya lebih parah keringnya.

Ada beberapa keluarga yang terpaksa harus mengutus anggota keluarga untuk mengecek keberadaan air. "Itu lagi ditengok, apakah sungai di Tetarak, ada air atau tidak," ujar seorang warga ketika ditanya mau mandi balimau kemana dan setelah dicek, ternyata airnya sedikit dan membatalkan mandi balimau ke tempat itu dan mencari alternatif tempat lain.

Sementara itu, Sungai Singingi, merupakan kawasan pavorit mandi balimau setiap tahunnya di Kuansing, memang masih ramai dikunjungi, meski terkadang pengunjung tidak memperhatikan kondisi air sungai. "Ramai juga," ujar Keni, warga yang mandi balimau ke sana.

Dalam pada itu, alternatif lain, di Lubuk Bunian Napagh Kuniang, Seberang Cengar Kecamatan Kuantan Mudik, namun sebelum kesana, melewati jembatan Lubuk Jambi yang membentang di Sungai Kuantan. Ternyata debit air Sungai Kuantan juga sedikit. Dasar sungai terlihat, air mengalir sangat minim.

Napagh Kuniang, ternyata dipadati pengunjung, dimana tempat parkir mobil tidak sanggup lagi menampung, sehingga mobil pengunjung parkir disekitar kebun kelapa sawit milik warga, dan berjalan kaki tidak terlalu jauh.

Ternyata sungai ini sangat jernih, orang mandi balimau sangat ramai, namun tetap masih dihadapkan debit air yang kecil. Kecilnya debit air ini membuat balita mandi menjadi aman. Meski agak sedikit deras, namun airnya dangkal.

Pengelola pemandian ini dipuji warga, karena tarif masuk tetap Rp2.000 untuk orang dewasa. Meski momen mandi balimau, pengelola tidak menaikkan tarif. "Taif tetap Rp2.000, ini akan menjadi daya tarik tersendiri, nanti kapan-kapan kesini lagi," ujar salah seorang pengunjung dari Teluk Kuantan.

Kemudian daripada itu, kekeringan yang melanda kawasan Kuansing dan sekitarnya memang cukup parah, dimana sumur warga juga mulai kering. Pipa pompa air mulai tergantung dan harus diturunkan, juga keberadaan sumur yang harus digali lagi. (noprio sandi)

TERKAIT