Disbud Riau Dokumentasikan Sisampek Baserah Kuansing

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Raja Yoserizal Zen bersama Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby disambut gembira di acara arakan sisampek Rayo Onam Baserah Kuantan Hilir Rabu (17/4/2024). Foto: Fanpage Dr. Suhardiman Amby.

Siberriau-BASERAH-Dinas Kebudayaan Provinsi Riau melakukan pendokumentasian budaya sisampek di Baserah Kecamatan Kuantan Hilir Kabupaten Kuantan Singingi. Pendokumentasian ini salah satu langkah untuk menjadikan sisampek warisan budaya takbenda (WBTb).

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen dalam sambutannya Rabu (17/4/2024) di depan Bupati Kuansing Suhardiman Amby meminta Kabupaten Kuantan Singingi mengisi data dalam Aplikasi Data Pokok Kebudayaan (Dapobud).

Aplikasi Dapobud ini bagian dari Sistem Pendataan Kebudayaan Terpadu yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang digunakan untuk mengintegrasikan dan menyajikan berbagai data kebudayaan yang diperbarui secara daring.

Sisampek keberadaanya sejak pacu jalur ada, diharapkan Raja Yoserizal Zen bisa menjadi warisan budaya takbenda (WBTb), Dinas Kebudayaan Provinsi Riau akan memberikan dukungan karena dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi juga sudah terlihat jelas.

Aplikasi Dapobud tersebut katanya disetiap kabupaten sudah memiliki adminnya, diantaranya diperlukan kajian, dokumentasi, maestro serta data-data yang diminta lainnya, dan itu harus disiapkan Pemkab Kuansing melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat.

Diakhir pidatonya, Raja Yoserial Zen yang juga berasal dari Baserah berpantun sebagai motivasi bagi Kuantan Singingi agar bisa sisampek tersebut menjadi WBTb.

Panas tembaga jangan dituang
Kalau dituang melepuh diri
Adat budaya mari dijulang
Sebagai perisai negeri

Sementara itu, Bupati Kuantan Singingi Dr Suhardiman Amby AK, MM dalam fanpagenya ketika mengupload foto-foto Sisampek dalam Rayo Onom di Baserah juga berpantun.

Sasampek dibawa dari desa
Jika dimakan mantap rasanya
Kuantan Singingi kaya dengan budaya
Tugas kita bersama untuk menjaganya

Siapo Ughang Basogha yang tadi poi Ghayo Onam?

Bupati Suhardiman Amby mengapresiasi kehadiran Dinas Kebudayaan Provinsi Riau yang ikut membantu agar sisampek bisa menjadi warisan budaya takbenda. Dia juga memerintah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengikuti arahan yang disarankan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau tersebut.

Kuantan Singingi katanya kaya akan budaya dan dia minta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar budaya yang ada bisa dilestarikan.

Dr. H. Suhardiman Amby hadiri Perayaan Hari Raya Enam atau Ghayo Onom sebagai budaya dan tradisi yang rutin digelar oleh masyarakat Kenegerian Koto Tuo Baserah Kecamatan Kuantan Hilir dan Kuantan Hilir Seberang, Rabu (17/04/2024).

Hari Ghayo Onom ini digelar setelah melakukan puasa sunah selama enam hari di bulan Syawal. Puasa sunah enam hari itu dilakukan sehari setelah memperingati hari raya Idulfitri karena itulah kenapa dinamakan Hari Ghayo Onom.

Bupati Suhardiman Amby sangat mendukung dan mengapresiasi setiap pergelaran budaya atau tradisi yang ada di Kuantan Singingi karena memiliki keunikan dan memiliki berbagai nilai-nilai, baik itu nilai seni dan budaya, nilai agama dan nilai sosial.

Komitmen Bupati Suhardiman Amby, dibuktikan dengan banyaknya pagelaran tradisi dan budaya yang terselenggara di setiap daerah, baik desa maupun kecamatan. Berbagai penyelenggaraan kegiatan budaya ini bertujuan untuk dikenal oleh khalayak atau masyarakat luas, guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Saya berharap tradisi ini menjadi agenda yang akan terus terselenggara di Kecamatan Kuantan Hilir karena seperti yang kita lihat masyarakat begitu antusias mengikuti acara ini hingga selesai," ungkap Bupati Suhardiman Amby.

Bupati Suhardiman Amby yang bergelar adat Datuk Panglimo Dalam mengucapkan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat di Kenegerian Koto Tuo Baserah dan berharap agar budaya dan tradisi Ghayo Onom ini tetap dilestarikan hingga ke anak cucu nantinya.

"Saya juga tak lupa mengucapkan apresiasi terhadap seluruh elemen masyarakat Koto Tuo Baserah yang dari pagi sudah hadir meskipun hujan. Semoga semangat ini tetap bertahan hingga kepada anak cucu kita agar tradisi ini dapat dirasakan mereka nantinya," ucap Datuk Panglimo Dalam.

Selain itu, Bupati Suhardiman Amby bersama rombongan juga menyinggahi tiap-tiap rumah godang terdiri dari 4 suku, yaitu Melayu, Cemin, Tigo Kampung dan Limo Kampung yang terdapat di Kecamatan Kuantan Hilir serta disuguhi dengan berbagai penampilan pawai budaya dari masing-masing desa.

Beberapa penampilan pawai budaya yang menjadi ciri khas di Kecamatan Kuantan Hilir tersebut diantaranya penampilan sasampek dan jambae dan tidak ketinggalan juga atraksi pencak silat.

Turut menghadiri Pj Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Raja Yoserizal Zen, S. Sos., MSi, asisten, staf ahli, kepala OPD, datuk penghulu Kenegerian Koto Tuo, Camat Kuantan Hilir Edison Tuindra beserta forkopimcam, serta masyarakat Kecamatan Kuantan Hilir dan Kuantan Hilir Seberang.

Kemeriahan arakan sisampek ini terlihat dari ramainya masyarakat yang terlibat. Semua desa yang ada di Kuantan Hilir menampilkan sisampeknya, ada yang berbentuk gajah serta ragam lainnya.

Diakhir acara, sisampek yang dihiasi dengan makanan, bahkan pakaian itu, sengaja dibiarkan masyarakat untuk mengambilnya sehingga terjadilah perebutan ornamen sisampek oleh masyarakat sehingga sisampek ini memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar termasuk anak-anak dengan penuh riang gembira.

Sisampek dikutip dari jurnal.risetilmiah.ac.id adalah terbuat dari rangka bambu atau batang pisang yang dihiasi dengan bunga-bunga yang ditusuk dengan lidi daun kelapa yang diselipkan dengan kue-kue dan penganan kecil.

Bermacam model sisampek dibuat, ada yang berbentuk kapal, pesawat terbang dan lain-lain.

Tradisi sisampek ini masih di laksanakan sampai saat ini. Di setiap acara tersebut sisampek ini akan di buat oleh keluarga yang akan melakukan acara pernikahan, turun mandi bayi, khatam Al-Qur'an dan sunat rosul tersebut. (Advertorial Disbud Riau/Noprio Sandi).

Sumber
https://jurnal.risetilmiah.ac.id/index.php/jpm/article/view/151/114

https://kuansing.go.id/id/blog/hadiri-perayaan-ghayo-onom-di-kecamatan-kuantan-hilir-bupati-suhardiman-komitmen-dalam-mendukung-pergelaran-kebudayaan-kuansing.html

TERKAIT