Disbud Riau Konsolidasi Persiapan Zapin Riau untuk Pengakuan ICH ke UNESCO di Kementrian Kebudayaan RI
Siberriau-JAKARTA- Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Riau kunjungi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (RI). Kunjungan itu dalam rangka konsolidasi persiapan zapin Riau untuk pengakuan Intangible Cultural Heritage (ICH) ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Kunjungan dilakukan Jumat (21/2/2025), Disbud Riau langsung dihadiri Plt. Kepala Disbud Riau Hj. Jahrona Harahap, S.Sos., M.M bersama jajaran, diterima Staf Ahli Menteri Kebudayaan RI, Prof. Ismunandar.
Jahrona mengutarakan maksud kedatangan mereka konsolidasi persiapan zapin Riau untuk pengakuan ICH ke UNESCO.
Menanggapi maksud tersebut, Ismunandar menurut Jahrona menyarankan agar Disbud Riau menjadi pelopor untuk mengomunikasikan zapin yang ada di seluruh ASEAN sebelum diusulkan ke UNESCO (joint nomination zapin) atau disebut nominasi multinasional.
Pihak kementerian tambah Jahrona akan melakukan pendampingan dan pembinaan.
Kementerian juga menjelaskan tentang inskripsi Indonesia di UNESCO, 16 daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb)/Intangible Cultural Heritage (ICH), termasuk kumulatif WBTb Indonesia per 2024 dan jumlah penetapan per tahun sejak 2013.
Dijelaskan juga tiga cara nominasi, nominasi tunggal, Indonesia sendiri, nominasi multinasional bersama negara lebih atau dua negara lain, ektensi, menyatakan budaya yang telah diinskripsikan negara lain ada dan hidup di negara kita.
Dalam pada itu, zapin yang akan diusulkan tersebut berdasarkan data yang disampaikan ke kementerian menurut Jahrona, yakni:
Zapin Siak Sri Indrapura
Zapin Siak Sri Indrapura, domain: seni pertunjukan, kondisi: masih bertahan, Maestro: Amin BS, Wak Sulung.
Tari Zapin dalam zaman keemasan kesultanan Siak Sri Indrapura dibina dan dipelihara sebagai satu bentuk kesenian yang memiliki kaidah-kaidah luhur dan santun.
Tari Zapin berkembang tidak hanya di kalangan istana, tetapi juga di kalangan masyarakat Melayu dengan ragam-ragam dan gerak yang cukup khas.
Kesantunan dan normanya terlihat jelas pada ragam gerak seperti sembah atau salam, ragam siku keluang, anak ayam, lompat kecil, lompat tiung, pisau belanak, pecah, tahto, tahtim dan lain-lainnya.
Hingga kini tari zapin tumbuh dan berkembang di seluruh Siak, bahkan sampai ke kampung kampung.
Diantara kumpulan satu dan lainnya terdapat sedikit perbedaan terutama dalam gaya dan tempo yang dibawakan.
Ada gerak yang sedikit kasar dan ada gerak yang halus. Jika di kampung tersebut ramai orang yang mempunyai hubungan dekat dengan kalangan istana, maka gerak zapinnya halus dan sopan.
Sebaliknya jika penduduk kampung itu terdiri dari petani dan nelayan, maka pergerakan zapinnya sedikit kasar. Hal ini juga bergantung pada guru yang mengajarkan zapin tersebut.
Upaya Pelestarian Karya Budaya:
Pemerintah daerah bersama stakeholder terus melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap sanggar, kelompok dan pelaku seni melalui kegiatan formal maupun non formal. Dalam kegiatan formal Tari Zapin merupakan pelajaran tambahan dan pengembangan bakat siswa di sekolah.
Zapin Pecah Dua Belas
Zapin Pecah Dua Belas, domain: seni pertunjukan, kondisi karya budaya: masih bertahan, lokasi dan persebaran karya budaya: Kabupaten Pelalawan, Maestro: Tengku Rahimah.
Penamaan Tari Zapin Pecah Dua Belas adalah karena ragam pertama dipecah menjadi ragam kedua atau berhubungan dengan ragam kedua. Ragam kedua dipecah menjadi ragam ketiga atau berhubungan dengan ragam ketiga begitu seterusnya sampai dengan ragam kedua belas yang ditutup dengan Tahtum atau Sembah.
Tari Zapin Pecah Dua Belas biasanya ditampilkan pada acara keistanaan, acara peringatan agama Islam serta acara pernikahan yang diiringi gambus dan marwas.
Tari Zapin Pecah Dua Belas ditarikan dalam bentuk gerak yang pada umumnya banyak menggunakan gerakan kaki, sedangkan gerakan tangan kurang ditonjolkan.
Posisi tangan kiri membentuk siku-siku dan dirapatkan di sisi dada sebelah kiri serta jari tangan digenggam sejajar dengan dada. Posisi tangan kanan bergerak sesuai dengan gerak kaki yang dilangkahkan.
Tari Zapin Pecah Dua Belas ditarikan berpasangan dan maksimal tiga pasang penari yang menggunakan pola lantai sebaris dan tidak menggunakan properti.
Pada ragamnya banyak menggunakan gerakan kaki sehingga gerakan tangan akan mengikuti badan karena tumpuannya hanya pada kaki.
Sapin Bagan
Sapin Bagan (Zapin Lenggang Kangkung), domain: seni pertunjukan, kondisi karya budaya: masih bertahan, lokasi dan persebaran karya budaya: Kabupaten Rokan Hilir, Kota Pekanbaru, dan Malaysia, Maestro:
Tabah Kurniawan.
Sapin Bagan adalah penyebutan yang sudah populer secara umum di Rokan Hilir. Namun, penamaan lainnya untuk menyebut tarian ini, mereka sering pula menyebutnya dengan Zapin Lenggang Kangkung, yang berorientasi pada gerakan.
Sapin Bagan turun temurun sudah ada sejak dahulu, dan untuk penerusnya salah satunya adalah Tabah Kurniawan dan Delsi Hendria yang merupakan penerus ke-6 di komunitas tari Sapin Bagan. Sapin Bagan mempunyai gaya tersendiri dan ciri khas tersendiri yang tidak sama dengan tarian zapin lain.
Sapin Bagan lebih dikenal dengan Sapin Bagan dengan memakai S bukan Z karena pada zaman dahulu orang-orang tidak mengenal huruf Z, tetapi pada huruf S itu lebih dominan, maka orang Bagan menyebut dengan Sapin Bagan.
Sapin Bagan, Tabah dan kawan-kawan lebih menamakannya Sapin Lenggang Kangkung Langkah 12, hal ini karena identik dengan tangan yang melenggang atau melambai-lambai.
Dan dengan sebutan kangkung, yaitu karena kangkung adalah tumbuhan pengobatan, lemah lembut dan mudah untuk dicerna pada tubuh manusia. Sedangkan kata 12 itu berarti merangkai kata 12 ragam gerak yang ada di Sapin Bagan.
Zapin Maharani
Zapin Maharani, domain: seni pertunjukan, kondisi: masih bertahan, lokasi persebaran: Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Tari Zapin Maharani berfungsi sebagai persembahan, penghormatan, penyambutan raja dan kalangan bangsawan. Setelah habisnya masa jabatan dan periode kerajaan, yaitu pada tahun 1946 dengan raja terakhir Sultan Syarif Harun, tari Zapin Maharani ini dijadikan sebagai media hiburan dalam upacara adat, seperti pernikahan, malam berinai, dan penyambutan tamu.
Diiringi dengan syair-syair yang didendangkan dalam bentuk Pantun Melayu sebagai ungkapan rasa senang.
Secara umum tari Zapin Maharani berkisah tentang percintaan antara pasangan, baik itu suami atau istri yang sedang berjuang dalam memelihara biduk rumah tangga sebagai bentuk perlindungan dan kasih sayang serta tanggung jawab yang diberikan oleh suami dalam membina rumah tangga yang lebih baik dan sejahtera.
Upaya Pelestarian yang telah dilakukan:
Dilakukan perekaman terhadap objek untuk memperoleh informasi terkait bentuk dan cara penyajian tari Zapin Maharani. Sanggar Zapin Maharani mengembangkan zapin ini ke lingkungan pendidikan dengan mengajarkan di sekolah.
Dilakukan kajian terhadap karya budaya Zapin Maharani.
Zapin Maharani dijadikan satu diantara kesenian yang mewakili khazanah budaya dari Kabupaten Pelalawan sehingga untuk beberapa helat di daerah maupun Provinsi Riau, tari Zapin Maharani ditampilkan.
Upaya Pelestarian yang akan dilakukan:
Pemerintah daerah berupaya melakukan peningkatan kapasitas para pelaku kesenian Zapin Maharani melalui berbagai program yang berkaitan.
Misalnya melalui pembinaan manajemen sanggar yang dilakukan pemerintah provinsi dan daerah kabupaten. Mendorong agar sanggar Zapin Maharani memiliki legalitas hukum yang berpeluang lebih besar untuk peningkatan kualitas dan produktivitas kelompoknya.
Menjadikan objek budaya sebagai sumber gagasan karya seni baru bagi seniman kreativitas
Pemerintah daerah bersama stakeholder terus melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap sanggar, kelompok dan pelaku seni melalui kegiatan formal maupun non formal. Dalam kegiatan formal Tari Zapin merupakan pelajaran tambahan dan pengembangan bakat siswa di sekolah.
Zapin Meskom
Zapin merupakan sebuah pertunjukan yang populer di kalangan masyarakat Meskom, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Zapin dimainkan dalam acara adat maupun pengisi waktu senggang. Zapin dianggap kesenian yang menghibur. Zapin Meskom dikenal sebagai sebuah kesenian yang dilahirkan dalam bentuk tarian dengan iringan musik yang bernapaskan Islam.
Napas Islam ini dapat ditelusuri dan dipahami berdasarkan dua hal, yaitu isi syair dan makna. Syair lagu Zapin memuat ajaran, nasihat, dan petuah yang mendidik.
Tari Zapin Meskom merupakan karya budaya yang kehidupan peranannya ditentukan oleh masyarakat Meskom secara turun temurun.
Tari Zapin Meskom sangat bergantung pada adat atau kesepakatan dari perilaku dan wewenang yang dilakukan masyarakat Meskom. Tari Zapin Meskom terbilang unik. Bentuk gerakannya didominasi bentuk gerak sedang, baik dari elemen ruang, waktu, dan tenaga.
Bentuk tari ini lebih dominan pada gerak kaki. Sedangkan gerak pada tangan dan kepala hanya mengimbangi kelincahan gerak kaki. Begitu juga dalam teknik geraknya, Zapin Meskom memiliki ketentuan yang harus dilakukan oleh penari, baik pada gerak kepala, kedua kaki, tangan kanan dan kiri.
Kehadiran teknik gerak dan penyatuan secara keseluruhan dari elemen-elemen wujud bentuk ruang, waktu dan tenaga inilah yang diduga membentuk gaya atau ciri khas yang dimiliki Zapin Meskom berbeda dengan zapin-zapin yang berkembang di Riau.
Domain: Zapin Meskom dikategorikan sebagai seni tari tradisi dengan paduan seni pertunjukan.
Wilayah persebaran, Zapin Meskom berlokasi di Bengkalis. Di Provinsi Riau secara umum zapin tersebar di beberapa tempat antara lain di Siak, Dumai, Pekanbaru, Meranti, Rokan Hilir, Pelalawan, dan Indragiri Hilir.
Beberapa rencana aksi yang diprogramkan untuk pengembangan dan kebertahanan WBTb Zapin Meskom:
Dilakukan pendokumentasian untuk pemutakhiran pada objek Zapin Meskom, baik yang ada di Desa Meskom Kabupaten Bengkalis dan yang ada di Pekanbaru.
Peningkatan intensitas workshop kepada pelaku tari dan peserta didik di sekolah-sekolah.
Menyelenggarakan pertemuan zapin yang melibatkan unsur daerah di Riau, Indonesia, dan internasional.
Melakukan tahapan untuk usulan Joint Nomination Zapin ke UNESCO bersama negara Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Zapin Api
Zapin Api, domain: seni pertunjukan, wilayah persebaran:
Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Maestro:
M. Afis.
Tari Zapin Api merupakan salah satu khazanah yang terdapat di daerah Bengkalis, tepatnya di Kecamatan Rupat Utara. Menurut riwayatnya, tari Zapin Api Ini adalah kesenian di masa lampau yang dilakukan pada upacara acara adat atau pernikahan.
Keberadaannya terancam punah disebabkan perkembangan dan perubahan zaman yang diiringi pesatnya kemajuan di bidang teknologi.
Tari Zapin Api menggunakan media bara api dari sabut kelapa yang dibakar. Komando Khalifah mengawali pertunjukan Zapin Api. Lima orang laki-laki mengelilingi kemenyan sambil menutup telinga.
Khalifah menghampiri mereka dan membisikkan mantra-mantra. Kelima penari tersebut menyimak dan menghayati mantra dari Khalifah.
Biasanya sebelum pertunjukan dimulai, Khalifah akan memberi tahu kepada penonton agar tidak merokok dan menyalakan korek api selama pertunjukan berlangsung.
Sebab penari Zapin Api akan mengarah ke sumber api yang menyala. Selain itu, dilarang untuk menyapa atau memanggil para penari jika mengenali mereka.
Pertunjukan tari Zapin Api ditandai dengan petikan gambus, pukulan bebano, dan marwas. Lantunan pantun dan syair pun mengalir dari Khalifah yang juga memetik gambus.
Para penari duduk bersila dan melingkar di sisi sabut kelapa yang telah disusun. Di tengah mereka terdapat wadah yang berisi kemenyan. Masing-masing penari kemudian meraih asap dari kemenyan, lalu mengusapkan ke seluruh badan sebagai persiapan raga.
Masih terdapat beberapa ragam zapin yang ada di Provinsi Riau, antara lain: Zapin Persebatian, Zapin Duo, Zapin Selatpanjang. (Noprio Sandi/Materi Disbud Riau)
- Polsek Kepenuhan Pastikan Dugaan Penganiayaan Lansia di Ulak Patian Tetap Diproses
- Berikan Pelayanan Prima kepada Pasien
- Polsek Ujung Batu Rohul Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Aki Genset Bank Sarimadu
- 2 Personel Polres Rohul Kena PDTH
- 15 Peserta Dinyatakan Lulus Seleksi Akhir JPTP di Pemda Kampar
- Jalan Poros Kampung Simpang Perak Jaya Mulai Diperbaiki
- Korban Tenggelam Belum Ditemukan

