Markah Cerah, Aspal Merekah
Siberriau-TELUKKUANTAN- Warna markah jalan nasional Pekanbaru-Teluk Kuantan mayoritas masih cerah. Putih untuk dipinggir, kuning dibagian tengah. Cerahnya warna ini menandakan jalan ini baru saja dibangun. Dibalik kecerahan itu, ternyata banyak aspal yang merekah. Lubang di mana-mana dan dikeluhkan masyarakat.
Sekitar setahun lalu, jalan nasional Teluk Kuantan-Pekanbaru sangat sulit mencari lubang. Hampir mulus dan kecepatan kendaraan bisa dipacu, berkendara jadi nyaman. Kondisi jalan ini dipuji banyak pihak, bahkan ada yang meluapkannya melalui media sosial atas mulusnya jalan ini.
Memasuki musim hujan tahun 2025, jagat maya berbalik arah, mereka mengutuk dan mencerca keadaan jalan yang sudah banyak lubang. Gas sedikit, harus rem karena berjumpa lubang. Lubang di mana-mana.
Warga Timbun Gunakan Tanah
Minggu (2/3/2025), siberriau.com yang kebetulan melintas di KM 109 menyaksikan seorang laki-laki paruh baya menggunakan cangkul menimbun lubang jalan yang sudah sangat dalam dan sulit dilalui. Tampak, tanah yang digunakan diambil dipinggir jalan berwarna humus. Dia terus menimbun tampa memperdulikan kendaraan yang lewat. Penimbunan ini murni dilakukan karena tidak dijumpai kotak sumbangan.
Entah apa yang membuat bapak ini menimbun jalan, sedangkan rata-rata masyarakat hanya lewat dan menikmati lubang yang ada, bahkan kedalaman lubang mulai membahayakan mobil dan pengendara sepeda motor.
Melewati kawasan berlubang ini, terlibat mobil harus lewat satu-satu karena kalau berselisih tidak bisa, lubangnya sangat dalam. Hasil penimbunan ini cukup mengurangi dalamnya lubang, namun karena material yang digunakan hanya tanah humus, disaat hujan datang, lubang ini diperkirakan tetap dalam dan sulit dilewati.
Sementara itu, kerusakan jalan menjelang Desa Kebun Durian Kampar, juga ada dua orang yang menimbun jalan berlubang dengan tanah, namun sepertinya tenaga mereka yang digunakan tidak murni karena satu sibuk menimbun lubang, satu lagi sibuk memegang kardus sebagai bentuk meminta-minta.
Aksi mereka ini tentu dianggap yang melewati jalan berlubang ini hanya akal-akalan. Banyak pengendara yang cuek dan tidak memberikan apa-apa kepada yang memegang kardus ini. Tetapi mereka terus berupaya seolah-olah menjadi orang baik, menimbun jalan berlubang.
Longsor Sudah Memakan Badan Jalan
Kerusakan jalan tidak hanya sekadar berlubang, tetapi sudah mulai terjadi longsor memakan badan jalan. Seperti sebelum Kebun Durian di depan salah satu masjid dari Teluk Kuantan, sebelah kanan, longsor mulai membahayakan pengendara.
Selip sedikit karena juga ada tikungan, maka pengendara mobil atau motor akan masuk ke dalam jurang yang cukup dalam, dibawahnya ada kebun kelapa sawit.
Anehnya, sudahlah kondisi membahayakan, Minggu (2/3/2025) tidak ada sedikitpun tanda-tanda ada longsor, baik peringatan dari pihak terkait, atau tanda-tanda diberi menggunakan kayu atau tanda lain.
Kondisi ini sangat mengancam siapa saja yang lewat. Memang belum terdengar informasi adanya kecelakaan maut di tempat longsor ini, atau harus menunggu ada yang meninggal dunia baru ada pihak tergerak hatinya membuat rambu-rambu peringatan atau sejenisnya.
Longsor serupa yang sudah memakan badan jalan ini masih ada satu titik lagi yang tidak jauh dari lokasi ini, longsor ini juga demikian, tidak ada tanda peringatan.
Lubang Merata dari Teluk Kuantan-Pekanbaru
Ketika dihitung, berapa jumlah lubang yang ada di ruas jalan nasional Teluk Kuantan-Pekanbaru, tentu secara manual akan sulit menghitungnya. Karena lubang hampir merata, baik yang besar, kecil dan sedang.
Lubang yang ada didominasi material base yang sudah merekah, berserakan dan membantuk lubang yang dalam dan tajam jika terkena ban mobil yang berkecepatan agak tinggi, diperkirakan bisa pecah.
Anehnya, lubang-lubang ini seperti ada bagian-bagian tertentu yang rusak, sedangkan bagian lainnya malah mulus meski sama-sama cerah warna markah jalannya.
Lubang-lubang ini juga menyasar ke pangkal sejumlah jembatan, bisa dilihat, jembatan perbatasan antara Kecamatan Singingi dan Singingi Hilir Kuansing, sudahlah jalannya menikung, lubangnya sangat banyak, bagitu juga jembatan lain juga banyak mengalami hal yang sama.
Jembatan Merenggang
Sejumlah jembatan selain dihadapkan dengan bersambungnya dengan jalan berlubang, jembatan ini juga terpantau merenggang dari posisinya, akibat, celah antar jembatan dengan pelat injak ini membuat mobil kesulitan melewatinya, apalagi sepeda motor.
Besarnya renggangan jembatan ini cukup besar, secara kasatmata mengkhawatirkan konstruksi jembatan juga sudah bermasalah.
Drainase Yang Kurang Memadai
Selain dari lubang yang sangat banyak, ruas Teluk Kuantan-Pekanbaru saat ini dipenuhi genangan air di bahu jalan. Kondisi ini memperlihatkan drainase jalan kurang memadai. Genangan ini lama-lama memang berakibat rusaknya badan jalan.
Anehnya lagi meski drainase ini tak ada, genangan banyak, tidak ada pihak yang melakukan pemeliharaan, atau sekadar berupaya mengeringkan genangan air tersebut. Tergenangnya awet.
Curah Hujan Memang Tinggi
Curah hujan dalam beberapa bulan terakhir memang tinggi. Banyak bahu jalan yang sudah jadi drainase mendadak karena tidak ada drainase khusus untuk hujan lebat mengalir, dia mengikis apa saja, terutama bahu jalan yang memang hanya dari kerikil lepas tanpa ada pengikat.
Untuk drainase jalan yang memadai, kondisi badan jalan rata-rata agak baik, namun banyak juga yang mengalami kerusakan.
Kualitas Pengerjaan Jalan
Masyarakat awam tidak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dengan jalan nasional Teluk Kuantan -Pekanbaru. Baru seumur jagung, kok bisa rusak kembali (kerusakan dini, red). Mereka hanya bisa pasrah dan menikmati lubang jalan yang dilalui masyarakat umum, pemerintah, atau barangkali kontraktor pelaksana jalan tersebut.
Tjitjik Wasiah Suroso menulis dalam binamarga.pu.go.id, suatu hal yang menjadi dasar perkerasan jalan tidak akan dapat mempunyai umur sesuai rencana adalah apabila salah satu saja persyaratan tidak dipenuhi.
Faktor-faktor penyebab kerusakan jalan tersebut antara lain mutu dan jumlah aspalnya, jumlah lintasan pada pemadatan, temperatur pencampuran, temperatur pemadatan.
Dikarenakan banyaknya lokasi perkerasan yang tidak dapat melayani sesuai umur rencana yang direncanakan, untuk itu dilakukan penelitian terhadap faktor faktor penyebab terjadinya kerusakan perkerasan jalan.
Makalah ini merupakan hasil penelitian di laboratorium dan terhadap hasil peningkatan jalan di beberapa lokasi yang mengalami kerusakan dini (kurang dari satu tahun).
Hasil penelitian menunjukkan penyebab kerusakan dini pada perkerasan yang diambil contohnya tidak hanya kadar aspal (3.5% -5.3%) yang sangat kurang dari hasil JMF namun juga kemungkinan disebabkan kurangnya pemadatan sehingga kepadatan tidak sesuai yang diharapkan pada akhirnya menghasilkan pengerasan aspal yang terlalu cepat (nilai penetrasi aspal mendekati 20) berakibat kadar rongga yang besar.
Dari hasil penelitian dilaboratorium apabila temperatur pencampuran kurang dari temperatur pada viskositas 270±20cSt, serta kepadatan campuran beraspal yang rendah akan memengaruhi kinerja campuran beraspal, antara lain rongga diantara agregat menjadi lebih besar, rongga terisi aspal lebih rendah sehingga faktor-faktor tersebut juga menjadi penyebab kerusakan perkerasan jalan menjadi lebih cepat.
Apakah Harus Diam atau Berkoar-koar Lagi Minta Perbaikan Kembali
Dari kondisi tersebut, pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabapten Kampar, LSM, masyarakat, aparat penegak hukum termasuk masyarakat hanya diam saja?
Atau kembali berkoar meminta perbaikan seperti sebelumya yang mengalami kerusakan sangat parah dan sudah menimbulkan dampak sosial ekonomi.
Atau mahasiswa asal Kuansing yang terlihat banyak menggunakan sepeda motor melewati jalan ini jika akhir pekan sama-sama menikmati kerusakan jalan. Ini diserahkan kepada semuanya. (Noprio Sandi)
- Polsek Kepenuhan Pastikan Dugaan Penganiayaan Lansia di Ulak Patian Tetap Diproses
- Berikan Pelayanan Prima kepada Pasien
- Polsek Ujung Batu Rohul Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Aki Genset Bank Sarimadu
- 2 Personel Polres Rohul Kena PDTH
- 15 Peserta Dinyatakan Lulus Seleksi Akhir JPTP di Pemda Kampar
- Jalan Poros Kampung Simpang Perak Jaya Mulai Diperbaiki
- Korban Tenggelam Belum Ditemukan

