Diiringi Gemuruh Bunyi Mercon dan Cagak,

Masyarakat Lubuk Jambi Kuansing Gelar Takbiran di Darat dan Sungai

Pawai takbir dengan Perahu Baghanduang. Foto: Zar.

Siberriau-Kuansing- Setiap daerah tentu memiliki tradisi budaya yang sangat unik, sarat dengan nilai seni dan budaya daerah masing-masing. Seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi.

Dalam memeriahkan Hari Raya Idufitri 1446 Hijriah/2025 Masehi, masyarakat Kenegerian Lubuk Jambi melakukan takbiran keliling (berjalan kaki) dari Pasar Lubuk Jambi sampai kantor Polsek dan kembali ke Pasar Minggu (30/3/2025) malam.

Berbagai hiasan dan peralatan yang digunakan oleh peserta pawai, dari perwakilan surau, musala dan masjid di Kenegerian Lubuk Jambi sambil membawa obor dengan mengumandangkan takbir Allahu Akbar.

"Pawai keliling ini, dimulai setelah salat Isya, dan akan berakhir sekitar pukul 10 malam setelah diumumkan pemenang lomba takbir," ujar salah satu peserta pawai takbir, Iwan.

Sedangkan pawai takbir dengan menggunakan Perahu Baghanduang yang merupakan tradisi budaya masyarakat kenegerian Lubuk Jambi, yang telah dilakukan secara turun temurun. Ternyata masih dapat dinikmati dan disaksikan oleh masyarakat Lubuk Jambi sampai sekarang ini.

Sedangkan Perahu Baghanduang adalah perahu yang digandeng dua atau tiga, dilaksanakan pada malam 1 Syawal tepatnya tengah malam (jam 00.00 Wib dini hari) sampai fajar menyingsing atau menjelang pelaksanaan salat Idulfitri.

Diikuti lebih dari 10 Perahu dari beberapa desa di pinggiran Sungai Batang Kuantan seperti Desa Kinali (dua perahu), Koto Lubuk Jambi (dua perahu), Banjar Padang (tiga perahu), Seberang Pantai (satu perahu), Pulau Binjai (dua Perahu).

Dengan menggunakan Perahu Baghanduang yang dibawa oleh kalangan pemuda sekitar 30-40 orang per perahu, menyusuri ke hulu Sungai Batang Kuantan sambil menggemakan takbir Allahu Akbar. Dengan diiringi juga bunyi-bunyian seperti mercon dan cagak.

"Perahu Baghanduang di dayung ke arah hulu menuju desa paling ujung di Kenegerian Lubuk Jambi. Kemudian, sekitar pukul empat subuh, Perahu Baghanduang kembali hilir ke daerah asalnya masing-masing, untuk ikut melaksanakan salat Idulfitri di desanya masing-masing," ujarnya.

Sambil hilir, gema takbir tetap berkumandang begitu juga bunyi-bunyian mercon dan cagak tetap menggelegar sebagai tanda mengagungkan kebesaran illahi Robbi. (Zar)

TERKAIT