Disbud Riau Hadiri Festival Menjopuik Limau dengan Perahu Baganduang di Kuansing

Zakia Hada, S.Sn., M.Hum, Pamong Budaya mewakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau pada Festival Perahu Baganduang Sabtu (5/4/2025) di Tepian Muko Lobuah Lubuk Jambi Kuansing. Foto: istimewa.

Siberriau-KUANSING- Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Hj Jahrona Harahap, S.Sos., MM diwakili Pamong Budaya Zakia Hada, S.Sn., M.Hum menghadiri Festival Menjopuik Limau dengan Perahu Baganduang Sabtu (5/4/2025) di Tepian Muko Lobuah Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi. Pihaknya memberikan masukan agar pelaksanaannya ke depan lebih baik lagi.

"Perahu Baganduang ini telah menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Nasional sejak tahun 2017. Oleh sebab itu, warisan ini harus kita pelihara," ungkap Jahrona Harahap melalui Zakia Hada disela-sela acara.

Pihak Provinsi Riau melalui Dinas Kebudayaan katanya akan mensupport terus agar Perahu Baganduang ini tetap lestari.

"Ada masukan dari kami, terutama dalam praevent. Di mana panitia sebaiknya mengembalikan keaslian Perahu Baganduang ini. Salah satunya jika memang menjopuik limau itu harus melibatkan muda mudi, bisa saja itu dilakukan," masukannya.

"Kami sudah membaca berita kalau dimalam takbiran Idulfitri 1446 Hijriah, di samping pawai di darat, di kawasan ini juga telah melaksanakan pawai takbir di Sungai menggunakan Perahu Baganduang diikuti lebih dari 10 Perahu Baganduang dari Desa Kinali, Koto Lubuk Jambi, Banjar Padang, Seberang Pantai dan Pulau Binjai," tambah Zakia lagi.

Ke depan tambahnya, panitia bisa mendata siapa muda-mudi yang mau tunangan, sudah tunangan atau yang baru menikah, maka muda mudi ini dijadikan contoh Perahu Baganduang yang sesuai aslinya.

"Kita kontruksi pemberitaan melalui kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika sehingga akan menjadi berita yang sangat menarik dan unik serta ada nilai eksklusifnya," ujarnya.

Masih praevent, Disbud Riau juga sering mendengar keluhan terkait monotonnya pelaksanaan Perahu Baganduang. "Untuk itu kami menyarankan agar sejak hari pertama raya Idulfitri 1446 Hijriah sampai hari puncak Perahu Baganduang, atau hari ke-5, dilaksanakan Pacu Jalur," sarannya.

Selama lima hari, Tepian Muko Lobuah ini katanya akan dipadati pengunjung dari berbagai daerah yang memang haus akan hiburan dihari lebaran. Ramainya pengunjung harus dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku UMKM untuk berjualan.

Pasca event, hari ke-5 sampai ke-6, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kuantan Singingi menjual paket wisata alam, Air Terjun Guruh Gemurai, Danau Kebun Nopi, Sungai Kelelawar, Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban, Napal Kuniang Cengar, Bukit Piramida Desa Pantai, Air Panas Sungai Pinang, Tobek Peboun, dan Situs Padang Candi serta objek wisata lainnya.

"Kalau paket wisata ini dijual, kami yakin, bus-bus pariwisata yang biasannya ke Sumatra Barat, sebagian akan mengunjungi Kuantan Mudik dan Hulu Kuantan," katanya optimis.

"Lalu tentu kita semua akan berkata, dana dari mana? Salah satu solusi yang kami tawarkan, silahkan memohon bantuan kepada Anggota DPRD Provinsi Riau melalui dana pokir. Pos anggarannya nanti di Dinas Kebudayaan Provinsi Riau," susulnya lagi.

Realisasi nyata katanya telah dilakukan oleh beberapa mantan Anggota DPRD Provinsi Riau, Sardiono, bantuan jalur sebesar 25 juta rupiah per jalur. Mantan Anggota DPRD Riau Mardianto Manan, festival rebana.

Tidak tertutup kemungkinan jika komunikasi ninik mamak, tokoh masyarakat, seluruh lapisan masyarakat, panitia dan pemerintah setempat baik dengan anggota DPRD Provinsi Riau, maka helat Perahu Baganduang akan didanai Provinsi Riau melalui pokir DPRD Provinsi Riau.

Kemudian, jika nanti Perahu Baganduang lanjutnya sudah lestari dan dampaknya telah memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, Disbud Riau akan menggiring Perahu Baganduang menjadi warisan budaya takbenda dunia lewat Unesco.

"Kita telah berhasil mengusung Pantun ke Unesco pada 17 Desember 2020. Saat ini, Dinas Kebudayaan Provinsi Riau sedang mengomunikasikan Zapin menjadi warisan budaya takbenda dunia ke Unesco.

Kita berdoa, Perahu Baganduang bisa menjadi warisan budaya takbenda dunia ke Unesco," katanya lagi.

Dalam pada itu, Zakia juga menyebut, Perahu Baganduang telah banyak diteliti oleh mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi. "Oleh sebab itu, kita sebagai pelaku, pemerhati serta pengambil kebijakan termasuk pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dan Provinsi Riau, tinggal mengimplementasikan penelitian tersebut," tutupnya. (Redaksi)

https://www.youtube.com/watch?v=JPvlk7DLvfo

https://www.youtube.com/watch?v=S3SSR4nVJIs

https://www.youtube.com/watch?v=PxzN-J5D_RQ

https://www.tiktok.com/@nopriosandi15/video/7490004026252168465

https://www.tiktok.com/@nopriosandi15/video/7490058175157259536

https://www.tiktok.com/@nopriosandi15/video/7490143398310071553

TERKAIT