Sekolah Rakyat Kuansing Masuk Tahap I B, Penerimaan Siswa Dua Rombel Sesuai DTSEN

Sekretaris Disos PMD Dody Fitrawan, SAP., MM. Foto: Zar.

Siberriau-Kuansing- Sekolah Rakyat adalah program pendidikan yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Kabupaten Kuantan Singingi juga akan berdiri sekolah rakyat yang merupakan sebagai prioritas bagi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Di mana Kuansing termasuk mendapat penambahan sekolah rakyat tahap I B (kelompok 37), dan telah dilakukan peninjauan gedung atau bangunan untuk proses belajar mengajar, termasuk asrama bagi siswa-siswi dan para guru nantinya.

"Ya Kuansing dapat tambahan sekolah rakyat (masuk kelompok 37 Tahap I B), dari sebelumnya sebanyak 63 masuk dalam tahap I A," ungkap Kadis Sosial PMD, Erdiansyah melalui Sekretaris Disos PMD Dody Fitrawan, SAP., MM ketika dihubungi di ruang kerjanya, Selasa (3/6/2025).

Sedangkan untuk penerimaan murid baru akan dimulai Tahun Pembelajaran 2025 /2026, bertempat di Balai Diklat Teluk Kuantan.

"Tahun ini baru terima murid dua Rombel (rombongan belajar) untuk tingkat SMP, satu Rombel berjumlah 25 siswa, yang berarti Kuansing terima sebanyak 50 orang siswa," ujarnya.

Sementara siswa yang akan diterima nantinya adalah telah terdaftar dalam DTSEN (Data Terpadu Secara Ekonomi Nasional).

"Jadi hanya yang telah terdaftar dalam DTSEN itu yang bisa dikategorikan calon siswa, tidak bisa dari umum artinya anak miskin secara nasional," paparnya.

Seluruh siswa nantinya akan diasramakan, sama dengan SMP boarding, dan ini prioritas Presiden Prabowo. Untuk pembiayaan langsung dari APBN, untuk para guru direkrut Kemensos dibantu Dinas Pendidikan kabupaten/kota.

"Untuk tenaga pengajar sekitar 14 orang dan ditambah dengan tenaga administrasi, pengasuh asrama, juru masak, sekuriti yang diperkirakan sekitar 20 orang," tuturnya. (Zar)

TERKAIT