Ketulusan, Flow, dan Daya Tarik Emosional yang Menyentuh Dunia
Oleh: Assoc. Prof. Dr. Fikri, S.Psi,.M.Si
Dekan dan Dosen Psikologi Sosial Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau/Pemerhati Budaya dan Media Digital
Wakil Sekretaris Ikatan Keluarga Kuantan Singingi
Sosok bocah laki-laki berusia 11 tahun bernama Rayyan Arkhan Dikha dari Kuantan Singingi, Riau, mendadak viral di jagat maya. Ia bukan artis, bukan atlet nasional, bukan anak selebritas.
Tetapi aksinya menari dengan penuh semangat di atas perahu pacu jalur yang melaju cepat di tengah air dalam Aura Farming Challenge menjadi sorotan publik lokal dan internasional.
Wajah Dikha yang ceria, tubuhnya yang lincah, serta semangat menarinya di atas perahu tradisional itu bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga menyentuh emosi penonton.
Apa yang dilakukan Dikha jauh lebih dalam dari sekadar "konten lucu". Ia memperlihatkan kombinasi antara kekuatan psikologis, otentisitas ekspresi, dan daya tarik emosional yang kuat itulah yang membuatnya viral secara psikologis.
Selain factor tersebut di atas tokoh nasional seperti presiden dan wakil presiden Indonesia membuat video animasi tentang pacu jalur, artis Luna Maya juga ikutan membuat konten Aura Farming Challenge yang diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia secara ramai-ramai sehingga jagat sosial media Indonesia viral.
Bukan cukup di situ saja secara global mendadak seluruh dunia Internasional heboh akan aksi Dikha, seperti Paris Saint Germain (PSG) melalui akun resmi klubnya mengunggah video tim menirukan gerakan ala Dikha, AC Milan, klub ikonik Italia, juga ikut memarodikan challenge ini sebagai bagian dari selebrasi dan konten menarik Atlet & Selebritas Internasional, Travis Kelce, bintang NFL dan kekasih Taylor Swift, mengunggah gerakan “Aura Farming” di TikTok dengan caption “Aura has been farmed” serta tagar #Indonesia dan #boatkid dan Bradley Barcola dan Neymar, pemain PSG, memperagakan gerakan ala Dika di akun resmi klub.
Selain itu, Fernando Alonso (F1) dan Diego Luna (pesepak bola AS) juga disebut-sebut ikut tren ini di luar negeri.
"Saya selaku Anak Jati Kabupaten Kuantan Singingi selaku akademisi dan pengamat sosial menjadi tertarik menganalisis fenomena ini dari sisi bidang ilmu saya psikologi, tentunya pembaca bertanya bagaimana psikologi memandang viralnya pacu jalur di Kuantan Singingi dari budaya daerah menuju tren Global yang mendunia?
Mengapa Aksi Dikha Begitu Menyentuh?
Dalam psikologi, kita mengenal fenomena emotional resonance, yakni bagaimana emosi dari seseorang bisa "menular" dan dirasakan oleh orang lain.
Dikha menari tanpa rasa takut, menunjukkan wajah bahagia, dan menyalurkan energi positif yang kuat. Tanpa disadari, penonton ikut merasakan semangatnya. Inilah yang menciptakan keterhubungan emosional yang membuat video Dika disukai dan dibagikan.
Selain itu, aksi Dika juga mengandung unsur kejutan kognitif. Dalam teori kognitif disebut novelty effect, yakni respons otak yang kuat terhadap hal yang baru dan tak biasa.
Menari di atas perahu yang melaju cepat sambil menjaga keseimbangan bukan hal lazim, apalagi dilakukan oleh anak kecil.
Ini menciptakan daya tarik visual dan kognitif yang kuat, kondisi menari di atas perahu jalur yang melaju kencang menjadi suatu hal yang unik dan tidak lazim bagi penari professional pada umumnya sehingga menjadikan ketertarikan penonton dunia dan Dikha bisa melakukan dengan tenang, seimbang dan tidak jatuh dan gerakan yang sangat lentur dan indah. Kondisi ini dalam psikologi disebut kondisi “Flow”.
Dalam Kondisi “Flow”: Ketika Tubuh dan Jiwa Menyatu
Apa yang ditampilkan Dika sangat mungkin merupakan wujud dari kondisi psikologis yang disebut “flow”, istilah dari psikolog Mihaly Csikszentmihalyi. Dalam kajian psikologi positif Flow adalah keadaan ketika seseorang sangat terlibat dalam aktivitasnya, merasa senang menjalaninya, dan tampil optimal tanpa merasa tertekan.
Di tengah sorakan dan lajunya perahu, Dikha terlihat menikmati momen itu, bukan sekadar menunaikan tugas.
Flow hanya bisa dicapai jika seseorang memiliki kemampuan, keterlibatan emosional, dan motivasi intrinsik. Dalam hal ini, Dika tampak tidak sekadar ikut-ikutan tren, tetapi benar-benar menyatu dengan tarian dan lingkungan sekitarnya. Ini menunjukkan kematangan emosional dan fokus mental yang luar biasa di usianya.
Selain itu, secara psikologis terjadi Keseimbangan, Kontrol Diri, dan Mental Toughness
Dikha juga menunjukkan kemampuan motorik dan regulasi diri yang tinggi.
Menari di atas permukaan yang sempit, tidak stabil, dan bergerak cepat memerlukan koordinasi antara tubuh dan sistem saraf pusat yang sangat baik.
Hal ini disebut sebagai kontrol proprioseptif, yakni kemampuan tubuh untuk menjaga posisi, kestabilan, dan arah gerakan dengan akurat.
Lebih dari itu, Dikha memperlihatkan ketangguhan mental (mental toughness). Dalam situasi yang secara sosial dan fisik penuh tekanan, dikerumuni orang, di atas perahu yang bergoyang, dan di bawah ekspektasi public, ia tidak hanya bertahan, tetapi tampil ekspresif.
Ia menari dengan santai, seolah tak terganggu oleh apa pun. Di usianya, ini adalah indikator awal kecerdasan emosi dan rasa percaya diri yang kuat.
Ini menunjukkan bahwa Tradisi Lokal dalam Kemasan Digital
Yang tak kalah penting dari fenomena ini adalah bagaimana budaya lokal berpadu dengan tren digital global. Pacu jalur adalah warisan budaya masyarakat Melayu Riau.
Sementara Aura Farming Challenge adalah tren tarian dari TikTok. Dikha, tanpa disadari, menyatukan dua dunia: lokal dan global. Ini yang dalam kajian media disebut sebagai glocalization lokalisasi tren global dalam bentuk budaya lokal.
Fenomena seperti ini bukan hanya membuat budaya lokal tetap hidup, tetapi juga mendekatkannya dengan generasi muda.
Ketika seorang anak kecil membawakan budaya dengan cara yang orisinal dan menyenangkan, audiens digital merasa terhubung. Mereka tak hanya menonton, tetapi merasa ikut serta dalam pengalaman budaya tersebut.
Dari viralnya Dikha, maka menimbulkan efek domino buat Dikha dan masyarakat Kuansing, Dikha mendapatkan bonus dari Gubernur Riau uang sebanyak 20 Juta Rupiah dan dianugrahi Duta Wisata Riau.
Selain itu, Dikha diundang di acara televisi swasta nasional dan Kementerian Pariwisata. Dampak signifikan bagi masyarakat Kuansing adalah jalan dari Pekanbaru ke Kuansing akan diperbaiki oleh pemerintah Provinsi Riau demi kelancaran dan kenyamanan masyarakat yang mau datang menonton dan daya Tarik Pacu Jalur.
Terutama Rapper asal Amerika Serikat, Melly Mike, Nama Melly Mike mendadak lekat dengan Pacu Jalur sejak lagu hit-nya, Young Black and Rich, menjadi latar viral dalam video Dikha sang penari di ujung perahu jalur dan mengantarkan Pacu Jalur ke panggung digital global.
Melly Mike dijadwalkan tampil langsung pada acara penutupan festival yang berlangsung di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, 20–24 Agustus 2025 mendatang.
Dari paparan di atas dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa Viralitas yang Menyentuh Jiwa
Dikha tidak sedang menciptakan sensasi. Ia hanya menjadi dirinya sendiri, menari dengan gembira, menunjukkan semangat tanpa rekayasa.
Justru dari sanalah letak kekuatannya. Keviralan Dikha adalah cerminan dari kerinduan kita pada ketulusan, keberanian, dan kebahagiaan yang sederhana.
Dari sudut pandang psikologi, kisah ini memperlihatkan bagaimana emosi, ekspresi autentik, dan daya tarik visual-fisik bisa menciptakan keterhubungan kolektif.
Kita semua terhubung karena merasa tersentuh oleh energi positif seorang anak kampung yang menari di atas air, dengan semangat yang murni dan tulus.
Dari Kuantan Singingi, Dikha telah menari bukan hanya di atas perahu, tetapi di atas kesadaran kita semua bahwa dalam dunia yang penuh kepalsuan, keaslian adalah cahaya yang paling terang. (Rilis)



- Wabub Rohul Hadiri Silaturahmi Suku Maih Muniliang
- Wabub Syafaruddin Poti Buka Musancab PDIP Rohul
- Kampar Junior FA Wakili Riau di Piala Garuda Anak Indonesia di Lampung Seri Nasional
- Wabup Sebut Pihaknya Sudah Lalukan Berbagai Langkah dan Upaya Agar Segera Diperbaiki
- Aparat Berjibaku Cari Korban Tenggelam di Pulau Kosiok Sungai Kampar
- Buruh Asal Jabar Terseret Arus Hingga Tenggelam di Pulau Kosiok
- 7 Rumah di Bagan Hulu Rohil Hangus Terbakar

