Retribusi Sampah Sumbang PAD Kuansing, Ajak Elemen Masyarakat dan Komunitas Jaga Kebersihan

Kepala DLH Kuansing Delfides Gusni. Foto: Zar

Siberriau-Kuansing- Selama berlangsungnya Event Pacu Jalur Tradisional yang digelar setiap bulan Agustus di Tepian Narosa Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, ternyata dari sampah dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) meskipun sering dianggap sebagai beban.

Perbup Retribusi Kebersihan Kuansing yang dikenal sebagai Peraturan Daerah Kabupaten Kuantan Singingi Nomor 4 Tahun 2012 adalah aturan yang mengatur tentang retribusi pelayanan persampahan/kebersihan. 

Peraturan ini bertujuan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, nyaman, indah, dan bersih secara berkelanjutan melalui penanganan sampah yang komprehensif dan terpadu, dengan melibatkan peran serta masyarakat dan dunia usaha. 

"Perda ini  bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan pengelolaan sampah yang komprehensif," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Deflides Gusni, SP, M. Si ketika dihubungi media Siberriau.com diruang kerjanya, Rabu (16/7/2025).

Perbup ini, katanya, menjadi dasar bagi pemungutan retribusi sampah, yang akan digunakan untuk pemeliharaan kebersihan dan pengelolaan sampah. Selain itu, Perbup ini juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam menjaga kebersihan lingkungan. 

Setiap pedagang yang menyewa lapak diwajibkan membayar biaya kebersihan sebagai bagian dari komponen sewa. Khusus untuk Event Pacu Jalur Nasional, para pedagang/lapak pedagang dikenakan biaya sebesar Rp56.000.- Dan untuk retribusi kebersihan di tribune dikenakan retribusi sebesar Rp100.000 per hari.

Bagaimana penanganan sampah pacu jalur, terkait dengan penanganan sampah pacu jalur pada tanggal 20 sampai 24 Agustus mendatang, Deflides memprediksi jumlah pengunjung akan lebih banyak dari pelaksanaan pacu jalur sebelumnya.

Dikatakannya, pada pelaksanaan event  Pacu Jalur nanti untuk penanganan sampah dinamakan dengan inovasi pacu jalur minim sampah karena diprediksi jumlah pengunjung pacu jalur tahun 2025 akan lebih banyak. "Kenapa lebih banyak karena aura farming tentang topik jalur ini mendunia sekarang, sepertinya wisatawan mancanegara juga ingin menyaksikan secara langsung event Pacu Jalur Kuansing tersebut," jelasnya.

"Jadi lebih dari 1000 ton akan terjadi timbunan sampah selama pelaksanaan event jalur," imbuhnya.

Sampah mana sajakah, katanya, pertama di darat (di ibu kota ini), kedua sampah di aliran sungai. "Jadi evaluasi kita memang harus melakukan inovasi minim sampah selama pacu jalur," sebutnya.

Dirinya juga mengakui, dalam dua tahun terakhir ini dalam penanganan sampah memang lemah. Penyebabnya adalah alat-alat dan sarana prasarana untuk penanganan di aliran sungai DLH memang tidak punya. "Kita butuhkan minimal ada 5 speed boat dan jaring, dengan personel untuk membersihkan sampah disepanjang aliran sungai Tepian Narosa," katanya.

Personel itu nantinya akan selama satu hari (24 jam) dibagi empat shift, yaitu: 
1. Shift pagi jam 06.00 pagi-jam 12.00 WIB siang sebanyak 40 personel;
2. Shift siang jam 12.00-jam 18.00 WIB sebanyak 40 personel;
3. Shift malam jam 18.00-jam 24.00 WIB malam sebanyak 70 personel; 
4. Shift Subuh jam 24.00-jam 06.00 pagi sebanyak 70 personel.

"Kita akan melakukan koordinasi dengan Camat Kuantan Tengah, Lurah Simpang Tiga, Lurah Pasar dan Lurah Sungai Jering, serta Kades Koto Taluk, Kades Sawah, Kades Seberang Taluk, Kades Beringin dan Kades Pulau Aro," tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan komunitas pencinta lingkungan (KPK) Komunitas Peduli Kuansing, Educita di Gunung Toar serta dengan para media massa di Kuansing.

Setelah penutupan pacu jalur, pihaknya akan memberikan surat edaran Bupati diminta perwakilan masing-masing sekolah, dinas instansi untuk membersihkan sisa-sisa sampah. Tujuannya supaya kota jangan berbau lama-lama, dan cepat bersih.

"Jadi nanti kita akan bergotong royong bersama, membersihkan sisa-sisa sampah yang tertinggal, kebersihan dan keindahan kota harus tetap terjaga baik sebelum dan sesudah event Pacu Jalur nantinya," tukasnya. (Infotorial Kominfo Kuansing/Zar).

 

TERKAIT