FDKKS Indonesia Gandeng NGO Berantas PETI Kuansing

Alfy Pratama. Foto: Arman Lingga Wisnu.

Siberriau-PEKANBARU- Masih maraknya  Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang Sungai Kuantan mulai dari hulu sampai ke hilir menjadi perhatian serius peserta Diskusi Online yang diadakan oleh Forum Diskusi Keluarga Kuantan Singingi (FDKKS) Indonesia Jumat malam (25/7/2025).

Peserta diskusi merasa prihatin dan sedih karena Sungai Kuantan tempat mereka mandi dan beraktivitas sewaktu kecil dahulu kini tidak lagi bersih dan jernih airnya, bahkan sudah berwarna kuning seperti emas. 

Alfy Pratama asal Simandolak yang kini berdomisili di Jakarta, berprofesi sebagai 𝘼𝙙𝙫𝙤𝙠𝙖𝙩 mengatakan bahwa dalam pekan depan akan 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙙𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠  ð™—𝙚kerja sama dengan beberapa NGO atau LSM yang sudah dihubunginya 𝙖𝙜𝙖𝙧  melakukan riset dan peninjauan langsung ke lokasi terjadinya pencemaran dan kerusakan ekosistem sungai dan daratannya baik di Wilayah Riau maupun 𝙙𝙞 bagian Wilayah Sumatra Barat.
 
"Hasil riset dan peninjauan langsung NGO ke lokasi setelah diungkap ke publik tentu akan menjadi isu Nasional sehingga dengan demikian bisa menjadi perhatian serius dari Pemerintah Pusat untuk menanggulangi 𝙥𝙚𝙣𝙘𝙚𝙢𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 kerusakan ekosistem sungai yang sudah terjadi tersebut," ujar Alfy 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙤𝙤𝙧𝙙𝙞𝙣𝙖𝙨𝙞 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝘼𝙧𝙢𝙖𝙣 𝙇𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙒𝙞𝙨𝙣𝙪, 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙠𝙪 𝙆𝙤𝙧𝙙𝙞𝙣𝙖𝙩𝙤𝙧 𝙁𝘿𝙆𝙆𝙎 𝙄𝙣𝙙𝙤𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖.

Peserta diskusi yang hadir secara online dari ber𝙗agai kota di Indonesia tersebut sangat tertarik dan menyetujui  rencana bekerja sama dengan NGO tersebut, dan sangat berharap agar kondisi kerusakan sungai dan lingkungan ini terutama di sepanjang Sungai Kuantan mendapat perhatian dan penanggulangan yang serius dan berkelanjutan dari Pemerintah Pusat.

Saat dikonfirmasi  tentang rencana akan bekerja sama dgn NGO tersebut, Arman Lingga Wisnu membenarkan hal tersebut. (Rilis/ALW)

 

TERKAIT