Hingga 12 Agustus 2025,

Video Facebook I Met Aura Farming Kid di Discover with Joe HaTTab Miliki 2,9 Juta Tayangan

Screenshot Joe HaTTab dan Dhika dari Facebook Discover with Joe HaTTab.

Pekanbaru, Siberriau- Hingga 12 Agustus 2025 Pukul 17.21 WIB, video I Met the Aura Farming Kid di Facebook Discover with Joe HaTTan miliki 2,9 juta tayangan, 82 ribu like dan 1,3 ribu komentar. 

Video ini diambil youtuber terkenal dunia Joe HaTTab beberapa waktu di Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi, dan diposting 2 Agustus 2025 Pukul 18.27.

Video berjudul I Met Aura Farming Kid (Aku Bertemu Anak Petani Aura) ini berdurasi 3:04 menit diawali cuplikan Joe HaTTab memberikan uang kepada Dhika, tukang tari jalur yang viral di Kuansing.

Menyebut acara ini sudah sangat terkenal di Indonesia, tetapi sekarang sudah mendunia karena anak kecil ini (Dhika).

Jadi mereka datang untuk menceritakan kisahnya kepada dunia. 

Bagaimana mungkin seseorang dari desa kecil yang, bahkan tidak punya bandara, harus berkendara empat jam untuk sampai ke sini bisa menyebarkan kisahnya ke seluruh dunia melalui internet?

Ada kisah yang lebih dalam dibalik tarian ini. Perayaan yang berusia lebih dari 200 tahun ini disebut Pacu Jalur.

Awalnya adalah sampan tradisional dan berubah menjadi perlombaan legendaris. Jadi mereka datang untuk melihatnya.

"Halo, Dhika," Joe HaTTab menyapa Dhika. Joe HaTTab sempat bertanya kepada Dhika pada menit 0:49 apakah tidak takut jatuh. Lalu Dhika berkata tidak.

Sempat ditunjukkan jalur yang akan digunakan oleh Dhika untuk berpacu esok harinya. "Dia akan berdiri di sini besok. Semua anak akan berdiri di sini dan memimpin sampan," narasi video itu.

Pada menit 0:58, Joe HaTTab sempat memperkenalkan orang dibalik video viralnya Dhika. "Inilah orang di balik video viral tersebut. Dialah yang membuat Dikha terkenal. Dia mengabadikan momen itu dengan kamera ini dan membuat Dhika dikenal di seluruh dunia. Semua orang membicarakan tentang Dhika tentang video yang Anda buat," narasi video itu.

Orang dimaksud sambil memegang kameranya mengucapkan terima kasih. "Terima kasih," katanya.

Pada menit 1:18, latihan telah dimulai. "Ini adalah putaran ketiga latihan. Mereka memiliki hari penting besok," kata narasi video itu lagi.

Menit 1:27, pacu jalur di mulai. "Hai, teman-teman! Hari ini adalah hari besarnya. Banyak orang datang. Bayangkan betapa besarnya bingkai yang didapat tempat ini dan festival ini karena bocah lelaki Dikha," narasinya lagi.

Video itu sempat menyebut kalau tempat perpacuan itu kecil, tetapi ada anugerah Tuhan. "Tempat ini memang sangat kecil, tetapi Tuhan menganugerahinya ketenaran. Apa yang keluarganya lakukan agar Tuhan memberkati mereka dengan semua ini?. Lihatlah turis-turis ini yang datang dari mana-mana, dari Amerika dan negara lain, untuk Dhika dan perayaan ini," narasi video itu lagi.

Perpacuanakan segera dimulai. Menit 2:01, Joe HaTTab membicarakan speedboat untuk menonton pacu jalur guna mengetahui siapa yang akan menang.

"Kami mendukung tim Dhika, dan kami akan mendukung mereka secara finansial," sebut narasi video lagi.

Disebut juga, sesuatu yang sulit dipercaya, seorang anak kecil memperkenalkan budaya kepada dunia. "Bayangkan seorang anak kecil memperkenalkan budaya kota kuno kepada dunia," ulas video itu lagi.

Ternyata tim Dhika yang mereka dukung kalah dan tidak bisa melanjutkan perpacuan pada hari berikutnya, tetapi mereka memenangkan hadiah yang banyak.

Menit 2:18, Joe HaTTab pergi mengunjungi kediaman Dhika. "Halo. Kami pergi ke rumahnya dan mendukung dia dan timnya sebelum perpacuan besar," sebut narasi video lagi.

Menit 2:31, Joe Hattab memberikan sejumlah uang kepada Dhika. Uang tersebut sempat terlepas dari genggaman Dhika. Ketika ditanya tentang cita-citanya, ternyata Dhika bercita-cita menjadi polisi.

Orang-orang memanggilnya "Si Bocah Petani Aura". Kepribadiannya bersinar dengan sendirinya. Karismanya Wajar saja. Dia tidak berniat menjadi terkenal, tetapi kepribadiannya membuat orang-orang menyukainya.

"Ikuti dan tirulah dia," ajak narasi itu mengakhiri.

Video ini mendapat respons dari berbagai pihak, diantaranya dalam bentuk komentar. Bogard Bo D Gard menanyakan warga air. "Why was the water brown? (Mengapa airnya berwarna cokelat?)".

Komentar itu ditimpali salah satunya oleh Abu Fatih Ar Riawy menyatakan daerah ini terkenal dengan penambangan emas ilegal, yang dilakukan oleh orang-orang yang mencari keuntungan dan berniat merusak lingkungan. Waktu saya kecil, sungai ini jernih dan bahkan bisa diminum. (Noprio Sandi).

Sumber:

https://www.facebook.com/watch?v=769457745494857

 

TERKAIT