LAN buka Pelatihan Penyusunan Kurikulum
Jakarta, Siberriau- Kurikulum merupakan sebuah jantung dalam proses pembelajaran yang akan menentukan arah, kompetensi dan standar kualitas yang akan dicapai dalam sebuah program pendidikan dan pelatihan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kurikulum bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen strategis yang menentukan relevansi, manfaat, dan dampak dari sebuah penyelenggaraan pelatihan. Tanpa kurikulum tepat, pembelajaran akan kehilangan arah.
Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN, Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, SH, MA pada Pembukaan Pelatihan Penyusunan Kurikulum Pelatihan angkatan I tahun 2025, Senin (1/9/2025).
Tri Widodo menambahkan, memasuki era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) di mana sebuah organisasi dituntut untuk senantiasa adaptif dan responsif dalam menghadapi lingkungan strategis yang kian dinamis.
Hal ini juga berlaku pada lingkungan pembelajaran ASN, di mana kurikulum memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai landasan penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga sebagai instrumen penting yang dapat memengaruhi kualitas dan dampak dari sebuah program pelatihan.
“Disisi lain, kurikulum menjadi jembatan antara problematika yang dihadapi instansi dengan kebutuhan dalam membangun transformasi organisasi, oleh karena kurikulum perlu memuat analisis kebutuhan pelatihan, tantangan dan problematika yang dihadapi organisasi.
Oleh karenanya kurikulum tidak boleh bersifat statis, tetapi harus dinamis dan responsif terhadap perubahan yang terjadi dalam lingkungan organisasi publik dan pembelajaran.
Dalam praktiknya, penyusunan kurikulum harus relevan dengan kebutuhan saat ini sekaligus mampu menjawab tantangan masa depan dalam konteks global yang makin kompetitif,” tandasnya.
Tri Widodo juga menjelaskan dalam menyusun kurikulum tersebut tentunya dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang kreatif, visioner dan mampu merespon tantangan kekinian, selain itu juga memiliki kompetensi dan integritas yang kuat.
Melalui perpaduan hardskill dan softskill yang dimiliki SDM penyusun kurikulum tentunya akan bermuara pada terciptanya mindset pembelajaran berkelanjutan (lifelong learning) dan mewujudkan organisasi pembelajar.
Sementara itu, Direktur Direktur Pembelajaran Teknis dan Fungsional, Dra. Isti Heriani, MBA menyampaikan, pelatihan ini akan difokus pada berbagai aspek penyusunan kurikulum, mulai dari perencanaan, pengembangan konten yang relevan hingga teknik evaluasi yang efektif.
Selain itu, juga akan ada beberapa contoh best practice dalam penyusunan kurikulum pelatihan, termasuk penggunaan teknologi dan inovasi digital untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
“Harapannya, pelatihan ini dapat memberikan insight dan keterampilan praktis sehingga dapat berkontribusi secara maksimal dalam menciptakan program pelatihan yang unggul dan berdampak positif bagi pembangunan ASN di Indonesia,” tutupnya.
Pelatihan Penyusunan Kurikulum Pelatihan Angkatan I berjumlah sebanyak 40 orang yang berasal dari Kementerian/Lembaga sebanyak 20 orang dan 10 orang Pemerintah Kota dan Kabupaten.
Penyelenggaraan pelatihan ini juga berkomitmen untuk penciptaan Green Training Center, yaitu dengan mengusung pendekatan penyelenggaraan bangkom yang ramah insani, ramah teknologi dan ramah lingkungan. (lan.go.id)
Sumber
- Polsek Rokan IV Koto Rohul Ungkap Kasus Narkoba
- Siak Bangun Wadah Aman untuk Hobi Otomotif dan Tekan Balap Liar
- Ini Perusahaan yang Melaksanakannya
- Nakhoda Baru Komisi MUI Kuansing
- PAUD Madinatul Ulum Siak Khatam Al-Qur’an
- Polsek Kunto Darussalam Rohul Cek Perkembangan Jagung
- STAI Ar-Ridho Gelar Sempro dan Sidang Skripsi

