RPK RUJ Gencar Cegah Karhutla

RPK PT RUJ menggencarkan upaya pencegahan karhutla Jumat (3/10/2025). Foto: Muhammad Sarbini.

Sungai Sembilan, Dumai, Siberriau– Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Ruas Utama Jaya (RUJ) terus menggencarkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan patroli.

Kegiatan patroli dilakukan di wilayah rawan terjadi kebakaran, terkhusus di areal semak belukar yang tidak dikelola oleh masyarakat yang biasa disebut dengan lahan tidur yang notabene rawan terjadi kebakaran.

Selain patroli juga dilakukan sosialisasi terhadap para petani dan masyarakat yang berada di kebun.

Dalam sosialisasi ini di sampaikan imbauan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak membuat api unggun maupun membakar sampah dan serasah di kebun atau ladang.

“Patroli beserta sosialisasi kami dilakukan secara rutin dan juga melibatkan masyarakat sebagai bentuk kolaborasi pencegahan  karhutla,” ujar Anggi Saputra, anggota RPK PT RUJ, saat ditemui wartawan di lokasi kegiatan Jumat (3/10/2025).

Sementara itu, Abdurrahman, anggota RPK lainnya, mengungkapkan bahwa wilayah Riau merupakan wilayah rawan karhutla yang setiap tahunnya menjadi langganan penyumbang asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Saat ini kondisi cuaca sudah mulai panas. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Jangan membuat perunan, dan jika merokok pastikan puntungnya benar-benar padam sebelum dibuang, apalagi ini daerah gambut yang sangat mudah terbakar,” katanya.

Komandan RPK PT RUJ, Patih Martasena, menyebutkan bahwa sebagian besar penyebab kebakaran hutan dan lahan berasal dari aktivitas manusia, baik yang disengaja maupun akibat kelalaian.

“Kebakaran hutan umumnya terjadi karena faktor manusia. Karena itu, patroli dan sosialisasi menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah terjadinya karhutla,” ujar Patih.

PT RUJ juga berkomitmen untuk terus melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla, melalui patroli dan sosialisasi secara berkelanjutan. (Muhammad Sarbaini).

 

TERKAIT