Pemkab Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Evaluasi Program 3 Juta Rumah

Sedka Kampar Hambali ikuti rakor bersama Kemendagri via zoom meeting Senin (6/10/2025). Foot: mediacenter.kamparkab.go.id.

Sekda Kampar: Di samping Pengendalian Harga Bahan Pokok Kita Juga Fokus Pengendalian Harga Cabai yang Masih Tinggi

Bangkinang Kota, Siberriau– Pemerintah Kabupaten Kampar mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah bersama Kementerian Dalam Negeri RI. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting di Ruang Asisten II Setda Kampar, Senin (06/10/2025).

Untuk diketahui bahwa hasil peninjauan pasar dan laporan BPS Kampar saat ini harga bahan pokok khususnya mengalami kelonjakan harga yang mana saat sampai pada harga 70 Ribu rupiah hingga Rp100.000.

Oleh sebab itu, Pemkab Kampar bergerak cepat dengan mengambil kebijakan diantaranya dilaksanakan operasi pasar dan mencari persediaan bahan pokok khususnya cabai di tengah-tengah masyarakat. 

Lakukan koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder sehingga harga cabai dapat kembali seperti biasa. 

Rakor ini dipimpin oleh Inspektur Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir dan diikuti oleh pemerintah provinsi serta kabupaten/kota seIndonesia. 

Dalam paparannya, Tomsi menyampaikan perkembangan inflasi nasional dan menekankan pentingnya langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Tomsi memaparkan, inflasi tertinggi secara provinsi tercatat di Sumatra Utara sebesar 5,32%, disusul Riau (5,08%), Aceh (4,45%), Sumatra Barat (4,22%), Sulawesi Tengah (3,88%), Jambi (3,77%), Sulawesi Tenggara (3,68%), dan Papua Pegunungan (3,55%).

Ia juga mengingatkan pentingnya kerja nyata pemerintah daerah dalam menekan inflasi. 

“Hasil operasi pasar beberapa waktu terakhir membuktikan bahwa kerja keras daerah mampu memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian harga kebutuhan pokok,” ujarnya.

Selain isu inflasi, rakor ini juga membahas evaluasi pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas nasional. 

Pemerintah daerah diminta untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, guna mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Usai mengikuti rakor, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Sekda Kampar Hambali SE, MBA, MH yang didampingi Asisten II Setda Kampar, Suhermi, ST, menyampaikan bahwa Pemkab Kampar akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga serta mendukung program nasional penyediaan perumahan.

"Sekarang harga cabai cukup tinggi di Kabupaten Kampar oleh sebab itu kita fokus terhadap pengendalian harga cabai ini, lakukan koordinasi, komunikasi dengan OPD terkait, mitra petani maupun dengan pengusaha pertanian," kata Hambali. 

Sementara itu diharapkan Pemkab Kampar harus hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat, buktikan pemerintah hadir dalam kehidupan masyarakat.

“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan sendiri, perlu sinergi seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku usaha hingga masyarakat. Begitu juga dalam mendukung program perumahan, kita siap bersinergi untuk mewujudkan hunian layak bagi masyarakat Kampar,” ujar Hambali.

Sementara itu Asisten II Setda Kampar Suhermi menyatakan dengan partisipasi aktif dalam rakor ini, diharapkan Pemkab Kampar dapat terus mengambil langkah strategis dan tepat sasaran dalam mendukung kebijakan nasional, menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Diskominfo Kampar/RF)

Sumber
https://mediacenter.kamparkab.go.id/artikel-detail/5384/pemkab-kampar-ikuti-rakor-pengendalian-inflasi-dan-evaluasi-program-3-juta-rumah-sekda-kampar-disamping-pengendalian-harga-bahan-pokok-kita-juga-fokus-pengendalian-harga-cabe-yang-masih-tinggi

 

TERKAIT