Achmad Serap Aspirasi Dosen PTKIS Riau Kepri

Achmad, Anggota DPR RI Komisi VIII serap aspirasi dosen PTKIS Kamis (19/10/2025) di Ruang Rapat IAI Diniyyah Pekanbaru. Foto: Ulan.

Pekanbaru, Siberriau- Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Dr. H. Achmad, M.Si serap aspirasi dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Riau-Kepri Kamis (16/10/2025) di Ruang Rapat Insitut Agama Islam (IAI) Diniyyah Pekanbaru. Dia minta dosen dan PTKIS menyiapkan surat serta data yang siap untuk diperjuangkan ditingkat pusat.

Achmad mempersilakan sejumlah dosen untuk mengeluarkan unek-uneknya dalam Focus Group Discussion (FGD) Badan Kerja Sama (BKS) PTKIS Kopertais XII Riau Kepri Sinergi Membangun Riau melalui Aspirasi Dosen PTKIS, lalu meminta kepada dosen untuk tidak menyampaikan secara lisan saja, tetapi harus dilengkapi dengan surat serta data yang bisa dibawa sebagai bahan hasil reses ke tengah masyarakat karena dia berada di Komisi VIII, salah satu mitranya Kementerian Agama.

Sebelumnya Sekretaris Kopertais XII Riau-Kepri Rhonny Riansyah, SE., MM mengakui saat ini pihaknya mengalami banyak kendala, mulai dari website non aktif sampai kepada kekurangan anggaran.

Di tempat itu, pihak Yayasan Diniyyah Pekanbaru, Prof Sudi Fahmi, M.Hum mengapresiasi yang besar kepada Achmad yang datang ke tempat acara sembari menceritakan keberadaan yayasan tersebut.

Yayasan memiliki tujuh unit pendidikan, mulai dari TK, MTs sampai Pascasarjana. Yayasan Diniyyah Pekanbaru katanya sudah berumur 60 tahun, jumlah mahasiswa sekitar seribu, total guru dan dosen 183 orang, luas tanah di antara Jalan Pelajar dan Kuau Pekanbaru 1,5 hektare dan masih memiliki lahan cadangan 5 hektare di Rumbai.

Dalam pada itu, Ketua Badan Kerja Sama (BKS) PTKIS Riau Kepri Dr. Ali Musri Semjan Putra, Lc., MA menjelaskan, BKS PTKIS Kopertais XII Riau Kerpri tergabung 43 perguruan tinggi, dan yang hadir langsung saat acara FGD itu 15 perguruan tinggi, selebihnya melalui zoom atau daring.

Pihaknya merasa dianaktirikan, mulai dari pangkalan data, banyak administrasi yang telantar, belum adanya aplikasi LBKD, belum ada aplikasi kepangkatan dosen sampai kendala lainnya.

Sementara itu, sejumlah dosen menyampaikan unek-unek, diantaranya Ali Wardana dari STAI Al Azhar yang mengharapkan ada anggaran rutin untuk BKS agar bisa bekerja maksimal dari APBD Provinsi Riau, hal ini pernah ada ketika gubernur Riau dijabad Rusli Zainal.

Dia juga mengeluhkan mahalnya biaya akreditasi institusi dan keluhan ini dialami banyak PTKIS.

Unek-unek lain, Maria dari Nurul Falah Air Molek mengharapkan melalui Achmad untuk memperjuangkan dana pembangunan infrastuktur kampus dan juga perlu percepatan dosen di PTKIS mendapatkan gelar profesor.

Aspirasi lain dari Novi, IAI Diniyyah Pekanbaru yang menyuarakan besarnya potongan pajak (hingga 15 persen) untuk dosen yang kepangkatannya sudah Lektor Kepala. (Noprio Sandi)

TERKAIT