Kesbangpol Rohil Perkuat Revolusi Mental di Kalangan Mahasiswa STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi

Kesbangpol Rohil perkuat revolusi mental di kalangan mahasiswa STAI Ar Ridho Bagansiapiapi. Foto: Jun.

Bagansiapiapi, Siberriau- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menggelar sosialisasi penguatan dan pembinaan Revolusi Mental di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ar-Ridho Bagansiapiapi pada Senin (20/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Kepala Kesbangpol Rohil Indra Gunawan, SE, MH, hadir yang juga sebagai pemateri menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menyukseskan gerakan Revolusi Mental di tengah masyarakat.

"Mahasiswa adalah tonggak masa depan. Penguatan Revolusi Mental harus dimulai dari diri sendiri, dengan mengedepankan disiplin, kejujuran, dan semangat kebersamaan," ujar Indra Gunawan.

Pengertian Revolusi Mental ini merupakan gerakan nasional untuk mengubah cara berpikir, bersikap, dan bertindak masyarakat agar memiliki integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong yang digagas oleh presiden Joko Widodo sebagai dasar pembangunan karakter bangsa. 

Dengan tujuan membentuk karakter bangsa yang beretika dan berdaya saing. Membangun generasi muda yang jujur, disiplin dan bertanggung jawab meningkatkan semangat kerja produktif dan inovative, mewujudkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara nilai utama revolusi mental (trilogi revolusi mental), integritas: jujur, dapat dipercaya, dan menepati janji. Etos kerja: disiplin, pantang menyerah, dan produktif. Gotong royong; saling membantu, peduli, dan kerja sama.

Peran pelajar dan mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change), penggerak inovasi generasi penerus bangsa (future leader), penguat nilai kebangsaan dan Implementasi di dunia Pendidikan, membiasakan 5S, Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun. Disiplin hadir tepat waktu, mengikuti kegiatan sosial, menghindari bulying intoleransi, dan plagiarisme mengembangkan budaya literasi dan inovasi.

Slogan revolusi mental tambah Indra Gunawan mulailah dari diri, ubah dari sekarang demi Indonesia hebat.

Sebagai penutup, kata Indra revolusi mental adalah gerakan bersama untuk memperbaiki bangsa. "Sebagai mahasiswa, mari menjadi generasi berkarakter berintegritas dan cinta tanah air. Bangkitkan semangat satukan tekad, membangun indonesia maju," ujar Indra mengakhiri.

Sementara itu Dr. Budi Setiawan, M.Pd, Ketua STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi memberikan ucapan selamat datang di Kampus STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi.

Pada kesempatan itu Dr. Budi menjelaskan bahwa saat ini mahasiswa STAI Ar-Ridho berjumlah 600 mahasiswa yang terdiri dari 4 Program Studi, Manajemen Pendidikan Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Manajemen Dakwah dan Ekonomi Syariah dengan 27 Dosen Tetap yang sudah memiliki NIDN, Jabatan Fungsional dan Sertifikasi Dosen. 

Dalam kesempatan ini juga Dr. Budi menyampaikan bahwasanya keempat program studi di atas sudah mendapatkan predikat Akreditasi Baik dari BAN PT termasuk Akreditasi Institusi yang telah keluar pada tanggal 7 Oktober 2025 yang juga berprediket Baik.

Tahapan selajutnya tambah Dr. Budi Setiawan, saat ini pihaknya teleh mengodok proposal untuk perubahan status STAI Ar-Ridho dari Sekolah Tinggi menjadi Institut. 

"Dan kepada mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan sosialisasi penguatan dan pembinaan Revolusi Mental ini mari kita ikuti sesi materi dengan baik, silakan bertanya kepada narasumber sehingga membuka cakrawala berpikir mahasiswa," kata Budi.

Pemateri kedua di isi oleh Assoc. Prof. Dr. Panca Setyo Prihatin, S.IP., M.Si, Dosen Universitas Islam Riau (UIR). 

Dengan tema Meneguhkan Revolusi Mental di Kalangan Generasi Muda merujuk pada upaya sistematis dan berkelanjutan untuk menanamkan serta memperkuat nilai-nilai luhur bangsa melalui perubahan mendasar pada cara pandang, pola pikir, sikap, dan perilaku generasi muda Indonesia.

Prof. Dr. Panca menambahkan Revolusi Mental adalah gerakan hidup baru bangsa Indonesia untuk mengubah kebiasaan lama yang negatif menjadi kebiasaan baru yang positif. Gerakan ini bertujuan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

Dan tujuan di Kalangan Generasi Muda adalah menjadikan mereka sebagai agen perubahan utama dan fondasi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045 dengan membentuk karakter yang unggul, berdaya saing global, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.

Sementara Tiga Nilai Utama (Pilar) Revolusi Mental, integritas: bersikap jujur, dapat dipercaya, konsisten antara ucapan dan tindakan, serta menjunjung tinggi etika dan moral. Ini penting untuk melawan krisis integritas dan korupsi.

Etos Kerja: memiliki semangat kerja keras, pantang menyerah, disiplin, berorientasi pada hasil terbaik, serta mampu berinovasi dan berdaya saing. Ini penting untuk meningkatkan daya saing bangsa.

Gotong Royong: memiliki semangat kebersamaan, saling membantu, solidaritas, toleransi, dan rela berkorban demi kepentingan bersama yang lebih besar (bangsa dan negara). Ini penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Dan bagaimana Peran Generasi Muda termasuk pelajar, mahasiswa, dan pemuda profesional, memiliki peran krusial sebagai pemicu dan Pelopor Perubahan: mendorong perubahan positif di lingkungan sekolah, kampus, keluarga, dan masyarakat. 

"Agen Penginternalisasi Nilai: menjadikan nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong sebagai budaya sehari-hari. Aktor Utama Pembangunan: menyiapkan diri menjadi SDM unggul yang mampu berkompetisi secara global demi menyongsong masa depan bangsa," ujar Prof. Dr. Panca.

Hal senanda juga disampaikan Sarma Sarwo Edi Rambe, perwakilan dari Wakil Komandan Rayon Militer (Wadanramil) 01/Bangko. 

Dia menyampaikan pentingnya kedisiplinan dan semangat nasionalisme sebagai bagian integral dari Revolusi Mental.

Revolusi Mental merupakan gerakan perubahan cara pandang, pola pikir, sikap, perilaku, dan etos kerja yang berorientasi pada kemajuan, kemodernan, dan nilai-nilai luhur bangsa, seperti yang dicetuskan oleh Ir. Soekarno dan digalakkan kembali oleh pemerintah.

Dengan tujuan utama Sarma membangun karakter dan jati diri bangsa yang kuat, berintegritas, beretos kerja tinggi, dan memiliki semangat gotong royong demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian dalam kebudayaan (berkarakter).

Sosialisasi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Diharapkan, melalui kegiatan ini, mahasiswa STAI Ar-Ridho dapat menjadi pelopor dalam mengamalkan nilai-nilai Revolusi Mental, membawa dampak positif bagi lingkungan kampus dan Kabupaten Rokan Hilir secara keseluruhan. (Release/Jun).

 

TERKAIT