Bupati Siak Afni Kritik Pusat Terkait PI, Lantaklah

Jalan rusak di Bungaraya Siak. Foto: Fanpage Afni Z.

Siak, Siberriau- Bupati Siak Afni menkritik kebijakan pemerintah pusat terkait Participating Interest (PI) bagi daerah penghasil minyak dan gas bumi di Riau termasuk Kabupaten Siak. Kritikan itu ditulisnya dalam laman Fanpage Afni Z Minggu (26/10/2025).

"Participating Interest (PI) bagi daerah penghasil minyak di Riau dari Blok Rokan, termasuk Siak, berdasarkan ketentuan pusat tahun ini hanya 1 Dollar atau sekitar 16 ribuan rupiah, per bulan! Lebih banyak penghasilan penjual seblak daripada daerah penghasil minyak...😊," tulis Afni.

Lebih jauh diulas, mulai dari perizinan yang diambil pusat sampai kepada terancamnya pembangunan di pelosok Siak.

"Hampir semua perijinan Sumber Daya Alam (SDA) skala besar, ditarik ke pusat. Bukan lagi di Kepala Daerah. Meski limbah dan konflik sosial yang menanggung daerah. 

Kabupaten Siak, tanpa tahu salah dan dosanya apa, kemungkinan Transfer Keuangan Daerah (TKD) tahun depan akan dipangkas lebih 300 miliar rupiah. 

Padahal yang dipangkas terbesar dari pajak SDA, sementara luasan HTI dan HGU, yang semua ijinnya di pusat dan dimiliki entah siapa-siapa hingga puluhan tahun, sampai detik ini masih menjadi area terluas di Siak. 

Bahkan lebih luas dari ruang hidup di Areal Peruntukan Lain (APL) bagi setengah juta rakyat Siak. 

SDA kami semuanya ke pusat dulu, tapi bagi hasilnya yang tak seberapa harus ikhlas diterima. 

Dulu semua tanah dan wilayah milik Sultan Siak, tapi kini rakyat Siak bagai harus 'mengemis-ngemis ke Pusat'. Ini faktanya.

Sekarang pokoknya terserah pusat saja. Bahkan kewenangan membuat jembatan timbang untuk mengawasi ODOL dan antisipasi jalan rusak, pun  ditarik ke pusat. 

Bayangkan, jalan rusaknya di kampung-kampung dan sudah memakan korban nyawa, tapi ijin jembatan timbangnya di Jakarta sana...😅🥲

Lantaklah. Yang penting bagi kami di daerah, meski anggaran nyaris tak ada lagi di kas daerah, kami kayuh juga demi melayani rakyat hingga ke tingkat bawah.

Contohnya: di jalan lintas Bungaraya, sudah tak terhitung korban, baik nyawa maupun yang luka. 

Kas daerah nyaris kosong, yang kami lakukan hanya bisa mencari cara agar jalan bolong tertambal dulu. Memakai bahan seadanya dan dengan anggaran seadanya. Semata demi tanggungjawab pada rakyat.

Ini baru di Bungaraya, masih banyak pelosok-pelosok Siak yang jauh dari mata, mereka terancam tak terjangkau pembangunan, jika transfer daerah terus dipangkas pusat secara membabi buta. 

Pertanyaannya, masih adakah gunanya Otonomi Daerah?," tulis Afni. (Fanpage Afni Z).

 

TERKAIT