PWI Kuansing Terima Kunjungan Fabem, Dorong Sinergi Kawal Transparansi Publik

Momen kunjungan Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (Fabem) Kuantan Singingi ke Kantor PWI Kuansing Rabu (12/11/2025). Foto: Zar.

Kuansing, Siberiau– Dalam semangat memperkuat kolaborasi antara kalangan pers dan aktivis, Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (Fabem) Kabupaten Kuantan Singingi melakukan kunjungan silaturahmi ke sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kuansing di Jalan Tugu Timur, Teluk Kuantan, Rabu (12/11/2025).

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Ketua PWI Kuansing, Desriandi Candra, beserta jajaran pengurus. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, Desriandi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan Fabem yang dinilainya sebagai langkah positif dalam membangun komunikasi dan sinergi antara insan pers dan kalangan aktivis di daerah.

“PWI sebagai organisasi wartawan tentu selalu bersinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, instansi vertikal, maupun organisasi kemasyarakatan. Kami sebagai jurnalis akan terus menjalankan fungsi publikasi dan kontrol sosial sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik,” ujar Desriandi.

Lebih lanjut, Desriandi juga memberikan apresiasi terhadap langkah Fabem Kuansing yang telah memiliki legalitas sebagai salah satu lembaga sosial kontrol di daerah. Ia menilai, keberadaan Fabem menjadi bagian penting dalam mengawasi kinerja lembaga publik agar tetap berjalan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Kami mendorong agar Fabem tetap istiqamah dalam garis perjuangan. Tantangan tentu banyak, termasuk risiko kriminalisasi dari oknum terhadap gerakan aktivis. Namun, kami siap mempublikasikan setiap peristiwa yang bisa dipertanggungjawabkan, baik dalam bentuk infotorial maupun berita aktual,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Fabem Riau, Heri Guspendri, yang turut mendampingi Ketua Fabem Kuansing, Nugroho Despendra, menyampaikan apresiasi dan harapan agar insan pers terus menjaga integritas dalam menjalankan fungsi kontrol terhadap lembaga publik di Kuansing.

“Kami membutuhkan pers yang berintegritas untuk bersama-sama mengawal jalannya roda pemerintahan dan lembaga publik. Kami juga berharap pers bisa turut mengedukasi mahasiswa agar tetap idealis sebagai agen kontrol sosial,” ungkap Heri.

Ia menambahkan, kriminalisasi terhadap pergerakan aktivis merupakan konsekuensi dari perjuangan menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

“Kami berharap pers selalu hadir di setiap langkah perjuangan ini, karena peran media sangat penting dalam menjaga semangat demokrasi dan keterbukaan di daerah,” tutupnya.

Sementara itu, Penasihat PWI Riau, Said Mustafa Husin, yang turut memberikan pandangan dalam kegiatan tersebut, mengingatkan pentingnya keseimbangan dalam sinergi antara PWI dan Fabem.

“Sinergitas PWI dengan Fabem bukan untuk menyerang personal penyelenggara lembaga publik, melainkan untuk mempublikasikan fakta-fakta yang dimiliki Fabem guna mengedukasi publik,” ujar Said Mustafa.

Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan keakuratan dan kebenaran setiap berita yang diterbitkan.

“Pers harus bertanggung jawab atas apa yang disampaikan. PWI harus menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks dan menjaga marwah jurnalisme yang sehat,” tegasnya.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santun namun tegas tersebut menjadi momentum penting bagi kedua lembaga untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam mengawal transparansi publik, serta meneguhkan peran aktif jurnalis dan aktivis dalam membangun Kuansing yang lebih berintegritas dan terbuka. (Zar/rilis).

 

TERKAIT