Awal Tahun 2026, Petani Kuantan Mudik Kuansing Optimistis Wujudkan Swasembada Pangan

Petani Kuantan Mudik Kuansing sudah memasuki musim tanam. (Foto: Zar).

Kuansing, Siberriau- Petani yang berada di hamparan persawahan tiga desa, yakni Desa Kinali, Aur Duri, dan Bukit Kauman, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mulai melakukan penanaman padi pada awal musim tanam tahun 2026.

Hamparan persawahan di tiga desa tersebut memiliki luas sekitar 118 hektare. Rinciannya, lahan persawahan di Desa Aur Duri seluas kurang lebih 18 hektare, Desa Bukit Kauman sekitar 31 hektare, dan Desa Kinali menjadi yang terluas dengan mencapai 69 hektare.

Salah seorang petani, Anto, mengatakan bahwa saat ini para petani sudah mulai menanam padi karena usia benih yang disemai sebelumnya telah cukup umur untuk dipindahkan ke lahan sawah. Penanaman dilakukan secara serentak agar masa panen nantinya dapat berlangsung bersamaan.

“Saat ini kami memang sudah mulai menanam padi karena usia benih padi sudah cukup umur untuk ditanam,” ungkap Anto dan Mak Nasir di sela-sela kesibukannya menanam padi, Jumat (9/1/2026).

Adapun jenis benih padi yang ditanam oleh petani di wilayah tersebut cukup beragam. Mulai dari benih unggul seperti PB 42 hingga varietas lokal yang sudah lama dikenal petani, seperti Bujang Marantau, Anak Daro, Singgang Putiah, dan beberapa jenis lainnya.

Dengan dimulainya musim tanam ini, para petani berharap tanaman padi yang mereka tanam dapat tumbuh dengan baik dan terhindar dari serangan hama maupun gangguan cuaca ekstrem. 

“Semoga tanaman padi ini berhasil dan mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari,” harap Anto.

Sebagaimana diketahui, hamparan persawahan di tiga desa ini pada masa lalu dikenal sebagai daerah yang berhasil mencapai swasembada pangan dan menjadi lumbung beras. Diharapkan pada musim tanam awal tahun 2026 ini, kejayaan tersebut dapat kembali terwujud dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Kuantan Singingi. (Zar).

 

TERKAIT