Puisi Warisan Rima Nenek Omas
Karya: Muhammad Sarbaini (Rahmat Pantun)
Dahulu aku dianggap sepi
Dikatakan bodoh, dipandang rendah sebelah mata
Pendidikan rendah jadi duri di hati
Seolah masa depan tiada punya cahaya
Namun, mereka lupa akan aliran darah
Ada tuah nenek mengalir di raga
Nenek Masliun yang akrab kami panggil Nenek Omas
Mewariskan rima dan rasa yang takkan pernah kandas
Kini rima itu membawaku terbang tinggi
Melintasi negeri, menyentuh kancah ASEAN
Gelar Penulis Terbaik kini di tangan kiri
Gelar Sarjana Pariwisata kini kukejar di tangan kanan
Nenek Omas
Cucumu ini bukan lagi orang yang bodoh
Tanjung Melawan jadi saksi aku berdiri tegak
Meski raga Nenek sudah jauh di liang lahad
Ilmu rima Nenek tetap hidup dalam detak yang sesak
Terima kasih atas tuah badan yang Nenek beri,
Kutuliskan puisi ini sebagai tanda bakti.
Biarlah dunia tahu, bakat ini murni,
Dari rahim sejarah yang takkan pernah mati
- Polres Rohul Bongkar Jaringan Narkoba di Bonai dan Kunto
- Bupati Siak Sebut Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
- Pemkab Rohul Gelar Rapat Teknis Pemulangan Jemaah Haji 1447 H/2026 M
- Polsek Tandun Salurkan Bantuan Sosial melalui Program JALUR di Desa Puo Raya
- Ketua Bawaslu Kampar Minta Peserta Jadi Kader Pengawas Partisipatif Pada Pemilu Tahun 2029
- Afni-Syamsurizal Benahi BUMD, Bangun Jalan ke Pelosok dan Cicil Utang Rp231,7 Miliar
- Wabup Syafaruddin Poti Beri Warning PKS di Rohul

