Berburu Daging Hadapi Ramadan Antara Tradisi dan Kebiasaan

Ilustrasi. (Foto: Zar).

Kuansing, Siberriau- Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, geliat pasar mulai terasa lebih sibuk dari biasanya. Permintaan masyarakat terhadap daging meningkat tajam, seiring persiapan menyambut bulan puasa. 

Sejumlah pedagang mengakui harga daging mengalami lonjakan dibanding hari-hari biasa. Faktor tingginya permintaan serta distribusi pasokan yang terbatas, menjadi penyebab utama merangkaknya harga.

Meski harga naik, aktivitas jual beli tetap berlangsung ramai. Suasana pasar pun terlihat lebih padat dengan antrean pembeli di lapak-lapak daging.

Bagi para pedagang, momen ini menjadi kesempatan meningkatkan pendapatan. Mereka menyebut Ramadan sebagai periode penjualan tertinggi dalam setahun. Omzet yang diperoleh bisa meningkat drastis, bahkan jauh melampaui hari biasa.

"Biasanya ada peningkatan  pemotongan kalau hari-hari biasa dua atau tiga ekor per hari, namun bila menyambut Ramadan mengalami peningkatan pemotongan empat sampai lima ekor," ungkap Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Kuantan Singingi, Andri Yama Putra, S.Hut. M.Si melalui Kepala Bidang Peternakan, Drh. Asrul ketika dihubungi Media siberriau.com melalui handphone selulernya, Senin (16/2/2026).

Sehingga kebutuhan daging meningkat dan terjadi peningkatan harga. Untuk harga daging di Kuantan Tengah berkisar antara Rp120.000 hingga Rp130.000, kecuali mau lebaràn harga memang cukup tinggi," katanya.

Namun, harga daging di pasar Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik malahan mencapai Rp160.000 per kilogram. "Ini biasanya terjadi pada satu atau dua hari sebelum lebaran," tuturnya. (Zar).

 

TERKAIT