Sinergi Tanpa Batas: Langkah Pemuda Muhammadiyah Mengetuk Pintu Hati Kemenag Kuansing

Ketua PDPM Kuansing, Bobby Mulya didampingi Wakil Ketua R. Risel Oktoberiadi dan Andrian Saputra disambut Kepala Kemenag Kuansing, H. Suhelmon, MA, serta Sekretaris FKUB Kuansing, Dr. Bakhtiar Saleh, MH Senin (8/4/2026). (Foto: Ronaldo Rozalino, S.Sn

KUANTAN SINGINGI, Siberriau– Di bawah langit Negeri Bermarwah yang teduh, sebuah pertemuan penuh makna tersaji pada Rabu pagi, 8 April 2026. Di sudut lorong Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kuantan Singingi, langkah-langkah muda penuh semangat hadir membawa harapan besar: menenun kerukunan melalui napas sportivitas.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kuansing, Bobby Mulya, hadir didampingi Wakil Ketua R. Risel Oktoberiadi dan Andrian Saputra. Kedatangan mereka disambut hangat oleh sosok-sosok teduh, Kepala Kemenag Kuansing, H. Suhelmon, MA, serta Sekretaris FKUB Kuansing, Dr. Bakhtiar Saleh, MH.

Futsal Kerukunan: Lebih dari Sekadar Gol

Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formalitas di atas kertas. Ada gairah yang ingin diledakkan dalam rangka menyambut Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94. Pemuda Muhammadiyah berencana menggelar "Futsal Kerukunan", sebuah gagasan segar di mana bola yang ditendang bukan sekadar mengejar gawang, melainkan mengejar persaudaraan.

"Kami ingin menjadikan lapangan hijau sebagai mimbar persatuan. Di sana, keringat yang menetes adalah simbol kerja keras, dan jabat tangan pasca-pertandingan adalah simbol bahwa kita semua bersaudara," ujar Bobby Mulya dengan nada rendah namun penuh keyakinan.

Restu dari Sang Pengayom

Mendengar rencana tersebut, wajah H. Suhelmon memancarkan binar apresiasi. Baginya, inisiatif ini adalah angin segar bagi moderasi beragama di Kuantan Singingi. Dia memandang bahwa kerukunan tidak harus selalu dibicarakan dalam forum-forum kaku, namun bisa lahir dari tawa dan semangat di arena olahraga.

Dr. Bakhtiar Saleh pun senada. Sebagai penjaga gawang kerukunan di FKUB, ia melihat potensi besar dalam sinergi ini. Dukungan penuh pun mengalir dari kedua tokoh ini, menjanjikan restu agar acara tersebut tidak hanya menjadi euforia sesaat, tetapi menjadi tonggak sejarah baru bagi pergerakan pemuda di Kuansing.

Harapan yang Melangit

Melalui silaturahmi ini, Pemuda Muhammadiyah menaruh harapan besar:
Dukungan Morel & Materil: Adanya kolaborasi nyata dari Kemenag Kuansing sebagai orang tua bagi semua organisasi keagamaan.

Simbol Persatuan: Menjadikan Milad ke-94 ini sebagai momentum untuk mempererat tali kasih antar pemuda lintas latar belakang.

Energi Positif: Mengubah potensi muda menjadi aksi nyata yang menyejukkan daerah.

Pertemuan itu diakhiri dengan senyum yang merekah dan jabat tangan yang erat—sebuah janji tak tertulis bahwa di Kuantan Singingi, harmoni akan terus dirawat, baik di dalam rumah ibadah maupun di garis lapangan futsal.

Reportase: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd
(Ketua Seni Budaya PD Muhammadiyah Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Konten Kreator (GKK) Riau, Guru Penulis, Motivator Literasi & Edukasi, Bisnis Owner Leader, Composser Arrangger, Coach).

 

 

TERKAIT