Kuansing Siaga Hadapi Musim Kemarau Panjang

Kalaksa BPBD Kabupaten Kuansing H Yulizar, S.Sos. M.Si. (Foto: Zar).

Antisipasi Karhutla Diperkuat

Kuansing, Siberriau- Memasuki pertengahan tahun, Kabupaten Kuantan Singingi mulai bersiap menghadapi perubahan cuaca yang diperkirakan membawa musim kemarau lebih cepat dari biasanya. 

Berdasarkan berbagai informasi, baik dari BMKG maupun perkembangan kondisi di tingkat provinsi, situasi iklim tahun ini dipengaruhi sejumlah faktor global yang berdampak pada cuaca daerah.

Tahun ini musim kemarau diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tingkat kekeringan yang cukup tinggi, terutama pada wilayah lahan terbuka, perkebunan, dan kawasan yang rawan terbakar saat suhu meningkat.

Menghadapi ancaman tersebut, pemerintah daerah mulai memperkuat langkah antisipasi sejak dini. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh Kepala Desa (Kades) seRiau pada 7 Mei mendatang, guna menyatukan langkah penanganan El Nino dan dampak kemarau di seluruh wilayah Kuansing.

Pertemuan itu diharapkan menjadi ruang musyawarah antara Pemda dan Kades, dalam merancang strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan. "Peran Pemerintah Desa (Pemdes) dinilai sangat penting karena mereka berada di garis terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat," ungkap Kalaksa BPBD Kabupaten Kuansing ketika dihubungi Media Siber Riau.com diruang kerjanya, Kamis (30/4/2026).

Selain itu, katanya, kerja sama dengan BMKG juga akan terus ditingkatkan, terutama dalam memperoleh informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini. Data tersebut menjadi dasar penting agar langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat sebelum risiko kebakaran meluas.

"Apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, pemerintah akan menyiapkan posko siaga serta menurunkan personel sesuai kebutuhan di lapangan. Sistem pelaporan berkala juga diharapkan berjalan aktif agar setiap kejadian dapat segera ditangani secara cepat dan tepat," jelasnya.

Oleh karena itu, kewaspadaan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan. Semangat gotong royong, kepedulian menjaga alam, serta kesiapsiagaan bersama menjadi warisan budaya yang terus dijaga demi melindungi bumi Kuansing dari ancaman karhutla," tuturnya. (Zar)

 

TERKAIT