Buruh Bangunan di Pelalawan Kehilangan Kendaraan
Pelaku Ternyata Residivis
PELALAWAN, RIAU, Siberriau— Sebuah kisah pengkhianatan yang bermula dari rasa percaya dan solidaritas sesama teman masa kecil kini menyita perhatian warga Kabupaten Pelalawan, Riau. Seorang buruh harian bangunan di Dusun Pangkalan Delik, Desa Delik, harus kehilangan sepeda motor miliknya setelah diduga dibawa kabur oleh pria yang selama beberapa hari menumpang tinggal di rumahnya.
Peristiwa itu dialami Erik, warga Pangkalan Delik, pada Jumat pagi, 9 Mei 2026. Saat hendak berangkat bekerja sebagai buruh bangunan, Erik mendapati ban depan sepeda motor Honda Beat miliknya bocor.
Di tengah kesibukan pagi itu, A (inisial, red), teman masa kecil Erik yang beberapa hari terakhir menumpang tinggal di rumahnya menawarkan bantuan.
“Biar aku aja yang nempel bannya bang,” ujar A kepada Erik, sebagaimana dituturkan kembali oleh pihak keluarga.
Tanpa menaruh curiga sedikitpun, Erik menerima tawaran tersebut. Ia kemudian memilih berjalan kaki menuju lokasi pekerjaan yang berjarak sekitar 150 meter dari rumahnya.
Kepercayaan yang Berujung Kehilangan
Menurut keterangan warga, selama menumpang di rumah Erik, A diperlakukan layaknya keluarga sendiri. Ia diberi tempat tinggal, makan, hingga bebas menggunakan fasilitas rumah.
Saat Erik pulang untuk makan siang sekitar tengah hari, motor tersebut ternyata belum juga dibawa ke bengkel. A saat itu terlihat tertidur usai mencuci pakaian, termasuk pakaian milik Erik.
Ketika dibangunkan, A meminta maaf karena tertidur dan kembali meyakinkan Erik bahwa motor akan segera diperbaiki.
“Maaf bang Erik, aku ketiduran. Aku tempel sebentar lagi,” katanya.
Erik kembali melanjutkan pekerjaan sekitar pukul 13.00 WIB. Namun hingga sore hari selepas bekerja, A tak kunjung kembali bersama sepeda motor tersebut.
Kecurigaan mulai muncul ketika malam harinya A juga tidak diketahui keberadaannya. Erik yang panik kemudian mencoba mencari kontak keluarga A. Namun upaya itu tidak mudah lantaran A diketahui tidak memiliki telepon genggam.
Menahan Diri Demi Jalan Kekeluargaan
Alih-alih langsung melapor ke polisi, Erik memilih menempuh pendekatan kekeluargaan. Bersama Ketua RT 02/RW 03, Ngadirin, ia mendatangi keluarga A di wilayah Lubuk Dalam, Kabupaten Siak.
Pencarian dilakukan secara intensif dengan harapan kendaraan tersebut dapat dikembalikan tanpa harus berujung proses hukum.
Warga sekitar menyebut Erik tetap berusaha menahan emosi dan berharap persoalan dapat diselesaikan secara damai. Namun hari demi hari berlalu tanpa kejelasan mengenai keberadaan A maupun motor tersebut.
Situasi ekonomi Erik yang terbatas turut menjadi hambatan. Sebagai buruh harian, kendaraan itu merupakan alat transportasi penting untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Polisi Turun Tangan
Pada Jumat pekan berikutnya, Erik akhirnya menyampaikan persoalan itu kepada Bhabinkamtibmas setempat. Setelah menerima penjelasan kronologi, pihak kepolisian menyarankan agar laporan resmi segera dibuat ke Polres Pelalawan.
Laporan polisi akhirnya diajukan pada 21 Mei 2026.
Fakta mengejutkan kemudian terungkap. Dari barang-barang milik A yang tertinggal, diketahui bahwa pria tersebut diduga merupakan residivis kasus penganiayaan pada tahun 2023 lalu.
Informasi itu sontak membuat warga sekitar semakin resah.
Aparat Desa dan Tokoh Masyarakat Bergerak
Kasus ini kini tidak hanya menjadi perhatian keluarga korban, tetapi juga tokoh masyarakat dan aparat desa. Ketua BPD Desa Delik bersama Kepala Dusun Pangkalan Delik disebut telah mengajak para Ketua RT/RW untuk turut membantu mencari keberadaan A.
Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus menjaga keamanan lingkungan masyarakat.
Warga berharap pelaku segera ditemukan dan kendaraan milik Erik dapat kembali. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah, kehilangan sepeda motor bagi seorang buruh harian bukan sekadar kehilangan aset, melainkan ancaman langsung terhadap keberlangsungan pekerjaan dan nafkah keluarga.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tindak penggelapan kerap bermula dari hubungan pertemanan dan rasa percaya yang dimanfaatkan oleh pelaku.
Laporan: Andi Sisuanto
Kepala Biro Pelalawan Media Siberriau.com
- Wabup Syafaruddin Poti Beri Warning PKS di Rohul
- Wabup Syamsurizal Perkenalkan Pesona Negeri Istana kepada Komisaris Bank Mandiri
- Diskominfo Rohul Gelar Acara Perpisahan dan Purna Bakti Sekretaris Diskominfo H. Agus Salim
- Pemkab Rohul Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
- Jejak Inspirasi Rohandi dalam Lintas Generasi
- Perjalanan Tirta Meyrizka Lubis Menjadi Duta Muslimah Preneur Indonesia
- Syawir: Mari Bekerja Profesional dan Berkontribusi Mewujudkan Demokrasi yang Berintegritas

