Berikut Metode Penulisan Sejarah Lokal
Siberriau-PEKANBARU-Dinas Kebudayaan Provinsi Riau melalui Panitia Pelaksana Lomba Penulisan Sejarah Lokal 2022 menyarankan peserta lomba mempedomani metode penulisan. Metode ini harus disesuaikan dengan metode penulisan sejarah.
Penulisan mengikuti metode yang benar dengan menguraikan secara cermat cara/prosedur pengumpulan data dan informasi, pengolahan data atau informasi, analisis, mengambil kesimpulan dan merumuskan saran
atau rekomendasi atau menggunakan prosedur penelitian sejarah dengan langkah-langkah heuristik (pencarian
sumber), kritik (mencari keabsahan sumber), interpretasi dan historiografi sejarah yang di tulis.
Apa itu heuristik?. gramedia.com mengulas, secara harfiah, heuristik berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata heuriskein yang artinya adalah menemukan. Secara umum, heuristik dapat diartikan sebagai seni atau suatu ilmu pengetahuan yang memiliki hubungan dengan sebuah penemuan baru atau sebuah solusi yang dapat memecahkan suatu masalah.
Dalam ilmu sejarah, istilah ini dikenal sebagai salah satu metode penelitian dan didefinisikan sebagai serangkaian tahapan dalam proses pengumpulan sumber-sumber dari berbagai jenis data penelitian yang berkaitan dengan topik riset mengenai sosial budaya, adat istiadat, stratifikasi sosial serta pergaulan keseharian yang diperoleh melalui observasi, dokumentasi, wawancara dan lain sebagainya.
Lalu apa itu kritik (mencari keabsahan sumber)?. kompas.com mengulas, Kritik sumber sejarah sering juga disebut proses verifikasi. Sering digunakan peneliti untuk menguji keabsahan serta keaslian suatu dokumen atau sumber sejarah.
Dalam penelitian sejarah, tahapan ini sangat penting dilakukan, demi meminimalisasi kesalahpahaman. Sebab penelitian sejarah membutuhkan sumber yang valid atau berdasarkan fakta.
Menurut Sumargono dalam buku Metodologi Penelitian Sejarah (2021), kritik sumber sejarah adalah upaya mendapatkan kredibilitas sumber.
Verifikasi atau kritik sumber sejarah merupakan salah satu tahapan dalam penelitian sejarah, di mana peneliti menguji dan melakukan verifikasi terhadap sumber atau data sejarah. Ada dua jenis kritik sumber sejarah, yakni kritik internal serta eksternal.
Kemudia apa pula yang disebut interpretasi dalam penulisan sejarah?. kompas.com mengulas, maksud interpretasi dalam penulisan sejarah adalah melakukan penafsiran atau analisis terhadap data yang sudah didapat dari beragam sumber. Interpretasi ada dua macam, yaitu analisis (penguraian) dan sintesis (menyatukan).
Terakhir, pahami juga dalam metode penulisan sejarah, historiografi. kompas.com mengulas, menurut Sumargono dalam buku Metodologi Penelitian Sejarah (2021), historiografi adalah istilah untuk menyebutkan langkah terakhir dalam metode penelitian sejarah.
Historiografi terbentuk dari kata Yunani, yaitu historia dan grafien. Grafien artinya gambaran atau tulisan, sementara historia berarti sejarah.
Pengertian historiografi adalah ilmu yang mempelajari metode penggambaran atau penulisan sejarah, seperti asal-usul, riwayat, atau pengetahuan tentang peristiwa di masa lampau.
Sebelum melakukan penulisan sejarah atau historiografi, sejarawan harus melakukan riset terlebih dahulu yang bisa diambil dari berbagai sumber, seperti buku atau artikel.
Jenis historiografi Ada empat jenis historiografi, yakni historiografi tradisional, kolonial, nasional, dan modern.
Berikut penjelasannya: Historiografi tradisional Dikutip dari buku Historiografi Islam: Konsepsi dan Asas Epistemologi Ilmu Sejarah dalam Islam (2018) oleh Fajriudin, historiografi tradisional adalah karya tulis sejarah yang dibuat oleh pujangga kerajaan. Adapun pujangga yang dimaksud berasal dari Kerajaan Hindu-Buddha maupun Kesultanan Islam yang pernah ada di Nusantara.
Historiografi kolonial Merupakan karya sejarah yang ditulis pada masa pemerintahan kolonial di Indonesia, yakni sejak zaman VOC hingga berakhirnya masa pemerintahan Hindia Belanda. Penulisan sejarah ini dilakukan oleh sejarawan kolonial. Fokus utamanya adalah kehidupan warga Belanda atau Eropa di Hindia Belanda.
Historiografi nasional adalah penulisan sejarah yang dilakukan oleh sejarawan Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Historiografi ini ditujukan untuk membangun karakter bangsa agar sesuai visi negara Indonesia. Adapun penulisan sejarah ini menggunakan sudut pandang Indonesia-sentris.
Historiografi modern merupakan penulisan sejarah yang menggunakan metodologi analisis kritis. Ini berpedoman pada prinsip sejarah sebagai ilmu.
Dalam buku Menelaah Historiografi Nasional Indonesia: Kajian Kritis terhadap Buku Indonesia dalam Arus Sejarah (2016) oleh Ahmad Choirul Rofiq, dituliskan bahwa historiografi modern sudah lebih dahulu berkembang di Barat (Eropa).
Jenis historiografi ini sangat mementingkan fakta. Sebab berdasarkan temuan fakta yang ada, sebuah sejarah bisa diterima dengan benar dan sesuai akal manusia.
Ulasan ini diharapkan bisa menjadi tambahan pemahaman bagi penulis sejarah lokal di Riau. (Advertorial)
Sumber
https://www.gramedia.com/literasi/heuristik/
- MTQ XLIV Riau Ditutup
- KPK Tangkap Tangan Tersangka Dugaan Suap Jabatan di Pemkab Kuansing
- Siberriau.com Ucapkan Selamat dan Sukses atas Kenaikan Pangkat Aipda Benny Simbolon
- Wabup Syafaruddin Poti Apresiasi Polri Perkuat Kebersamaan dengan Masyarakat
- Polsek Kepenuhan dan Wartawan Perkuat Kemitraan Demi Kondusivitas Wilayah
- Pertamina Hulu Rokan Serahkan Bantuan Penerbitan Buku Karya Rahmat Pantun di Rohil
- Daulat Wathan Negeri Rokan Hilir, Menjaga Tanah Warisan dari Tantangan Modernitas

