DKC Kuantan Tengah Bersiap Mengukir Sejarah Budaya
TELUK KUANTAN, Siberriau— Di bawah payung langit malam yang perlahan merambat pekat, sudut-sudut Kota Teluk Kuantan menyajikan kehangatan yang tak biasa. Dinginnya embusan angin malam seolah mencair, lebur bersama aroma khas Teh Telur Tapai yang gurih, legit, serta kepulan uap Bandrek yang memijat sanubari.
Di sinilah, di sebuah ruang komunal yang riuh oleh bincang santai pada Rabu malam (10/6/2026), para perajin estetika yang tergabung dalam Dewan Kesenian Kecamatan (DKC) Kuantan Tengah duduk melingkar, merajut simpul-simpul imajinasi untuk sebuah perhelatan budaya yang kian mendekat.
Pertemuan yang berlangsung khidmat penuh kekeluargaan pada pukul 20.00 WIB ini bukan sekadar tatap muka biasa. Malam itu menjadi saksi tonggak formalitas pergerakan organisasi, ditandai dengan pembagian Surat Keputusan (SK) Pengurus DKC Kuantan Tengah untuk Periode 2026–2031.
Sebuah amanah tertulis yang siap diterjemahkan ke dalam gerak, bunyi, rupa, dan lakon. Momentum berharga ini dihadiri langsung oleh sosok pelindung sekaligus pamong masyarakat, Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si., yang hadir melepas sejenak penat birokrasi demi menyalakan api semangat para pelaku seni.
"Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menggerakkan, melestarikan, dan menjaga seni budaya di Kuantan Tengah khususnya, dan Kuansing umumnya?," ungkapan retorik nan puitis tersebut meluncur dari bibir Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd., selaku Ketua Harian DKC Kuantan Tengah.
Kalimatnya bergetar, mengingatkan kembali titah yang pernah disampaikan oleh Hj. Yulia Herma, S.Pd., Ketua Umum Dewan Kesenian Kuantan Singingi (DKKS) saat pengukuhan lalu.
Ada sebuah pekerjaan rumah kultural yang mendesak: Kuantan Tengah sebagai ibu kota harus melahirkan dan memiliki Tari Persembahan khas yang mandiri sebuah tarian ikonik yang nantinya tidak hanya menjadi pemanis seremonial, tetapi juga cerminan jiwa masyarakat Kuantan Tengah yang elok dan berwibawa.
Perbincangan kian mengalir layaknya arus Sungai Kuantan, menyusuri persiapan menyongsong dua helat raksasa yang akan saling berkelindan: Pacu Jalur Rayon 2 Teluk Kuantan yang bersempena dengan perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi. Agenda raksasa yang dijadwalkan bergemuruh pada 27 hingga 29 Juni 2026 mendatang ini dipandang sebagai panggung megah yang tak boleh disia-siakan.
Sebagai tuan rumah, Kuantan Tengah memikul beban moral sekaligus ruang estetis yang luas.
"Kita akan menampilkan karya-karya seni terbaik di hadapan publik sebagai bentuk promosi seni dan budaya daerah kepada tamu yang hadir dari 12 kabupaten dan kota di Riau," ujar Camat Eka Putra dengan pandangan mata penuh optimisme.
Dia menambahkan bahwa para pelancong dan utusan daerah tentunya mencari sesuatu yang unik, menarik, menghibur, serta bernilai seni tinggi yang akan menjadi pengalaman apresiasi mendalam saat mereka kembali dari bumi Kuansing.
Menjawab tantangan tersebut, DKC Kuantan Tengah menyatakan kesiapannya untuk unjuk gigi melalui empat pilar kesenian utama:
Seni Tari Daerah: Menghidupkan kembali gerak komunal yang magis dan menyusun repertoar penyambutan yang memukau.
Seni Musik Daerah: Mengalunkan kembali dentum talempong, ritem ketubung, dan nyanyian tradisi yang dikemas apik.
Seni Teater Daerah: Mengangkat kembali naskah-naskah lisan dan sejarah lokal ke atas panggung sandiwara.
Seni Rupa: Memamerkan guratan garis dan warna yang merekam lanskap spiritual serta eksotisme Bumi Jalur.
Di sudut meja yang dipenuhi gelas-gelas minuman hangat, ide dan gagasan terus bertubrukan secara kreatif. Tokoh-tokoh kunci DKC tampak hadir memberikan kontribusi pemikiran yang bernas; mulai dari Eko Fitro, S.Pd (Ketua Komite Seni Rupa), Mairiska, S.Pd (Ketua Komite Musik), Kak Sieng (Bendahara 2) hingga Pepi (Anggota Komite Teater) serta Haykal.
Kehadiran mereka menegaskan bahwa kesenian tidak bergerak dalam kesendirian, melainkan sebuah kerja kolektif (gotong royong) yang kokoh.
Sebelum cangkir-cangkir minuman hangat menyisakan ampasnya di penghujung malam, Camat Eka Putra kembali menegaskan komitmennya untuk merangkul, melibatkan, dan memberdayakan setiap pengurus yang aktif dalam setiap agenda kepemerintahan maupun kebudayaan daerah ke depan.
Ronaldo Rozalino menutup pertemuan malam itu dengan untaian rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pengurus yang meluangkan waktu, serta apresiasi tinggi kepada Camat Kuantan Tengah yang sudi membaur di tengah padatnya jadwal pemerintahan.
Malam pun larut, namun semangat yang tertinggal di tempat nongkrong itu justru baru saja terbit. Sebuah maklumat untuk terus berkolaborasi, berkomunikasi, dan tiada henti berkreasi kini berdengung di sanubari setiap pengurus, siap diwujudkan demi harumnya muruah negeri.
Salam Budaya!
Salam Kayuah!
"Kayuah dengan semangat berkarya untuk negeri."
(RR).
- MTQ XLIV Riau Ditutup
- KPK Tangkap Tangan Tersangka Dugaan Suap Jabatan di Pemkab Kuansing
- Siberriau.com Ucapkan Selamat dan Sukses atas Kenaikan Pangkat Aipda Benny Simbolon
- Wabup Syafaruddin Poti Apresiasi Polri Perkuat Kebersamaan dengan Masyarakat
- Polsek Kepenuhan dan Wartawan Perkuat Kemitraan Demi Kondusivitas Wilayah
- Pertamina Hulu Rokan Serahkan Bantuan Penerbitan Buku Karya Rahmat Pantun di Rohil
- Daulat Wathan Negeri Rokan Hilir, Menjaga Tanah Warisan dari Tantangan Modernitas

