Advertorial

Mengapa Kita Perlu Belajar Sejarah?

Ilustrasi masa lalu. Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id.

Siberriau-PEKANBARU-Langkah Dinas Kebudayaan Provinsi Riau membuat lomba penulisan sejarah lokal perlu diapresiasi. Lomba ini sekaligus sebagai sarana belajar sejarah lokal Riau. Mengapa kita perlu belajar sejarah?

Mezak Wakim, Peneliti Antropologi Budaya, dalam tulisannya "Tiada Masa Depan Tanpa Hari Kemarin : Pentingnya Belajar Sejarah Untuk Memahami Masa Kini" mengulas, sejarahawan dunia Herodotus mengatakan Historia Vitae Magistra “Sejarah adalah Guru Kehidupan", demikian bunyi pepatah latin yang secara eksplisit mengemukakan tentang pentingnya keberadaan sejarah.

Di sisi lain, presiden pertama Republik Indonesia Soekarno secara tegas mengatakan never leave history, “jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah”.

Kedua pernyataan tersebut pada dasarnya memperlihatkan betapa penting dan strategisnya keberadaan sejarah dalam kehidupan manusia.

Demikian pentingnya keberadaan sejarah bagi perjalanan hidup manusia, tampak lebih jelas lagi dalam pernyataan keras sejarahwan Sartono Kartodirdjo yang mengatakan bahwa manusia yang kehilangan kesadaran sejarah pada dasarnya tidaklah berbeda dengan pasien di rumah sakit jiwa.

Sejarah sebagai kisah tentang perjalanan masa lampau manusia secara tidak langsung di dalamnya. Tegasnya sejarah tidak hanya mampu memberi eksplanasi tetang peran manusia tetapi juga mampu memberi eksplanasi tentang peran keluarga, kerabat, suku bangsa, hingga bangsa.

Guru Besar sejarah Indonesia A. B Lapian (2011) mengingatkan bahwa belajar sejarah setidaknya akan mendapatkan beberapa manfaat antara lain : Pertama Sejarah sebagai pengingat.

Semua rekam jejak kehidupan manusia yang berkaitan dengan kehidupan masa lalunya baik buruknya, tentu sejarahlah yang mengingatkan kita.

Dalam kehidupan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah hingga mendapatkan hak yang layak sebagai sebuah negara itu pun dengan sebuah perjuangan yang cukup berat.

Banyak peristiwa kelam yang di hadapi bangsa indoensia. Disini sejarah mengingatkan kita untuk tidak melupakanya dan menjadikan gambaran ini sebagai modal dasar perjuangan kita kedepan.

Apalagi generasi muda yang baru memulai sebuah perjuangan. Ingat hanya dengan bambu runcing kita bangsa Indoensia dapat berjuang mempertahankan harkat dan martabat kita sebagai manusia yang layak, kesederhanaan yang memberi arti penting bagi keberlanjutan masa depan bangsa.

Hal ini mesti juga di pahami oleh gerasi muda kita dalam perjuang mendapatkan keberhasilan dengan sejumlah prestasi.

Kedua Sejarah sebagai Pemersatu. Makna sejarah tidak hanya di lihat sebagai bagian masa lalu saja namun lebih dari pada itu penting juga untuk mempersatukan kita sebagai suatu bangsa.

landasan konsepnya adalah ketika kita sebagai bangsa pernah dijajah dan kita bersatu mempertahankan kedaulatan itu. Dan oleh karena kekuatan itu kita telah bersatu membentuk sebuah negara yang multikultur baik dari segi agama, budaya dan suku.

Tidak ada perdebatan saat itu tentang perbedaan, karena kita memang merupakan bangsa yang saat itu mempunyai nasib yang sama.

Karena itu belajar sejarah adalah kita memupuk rasa persatuan kita dalam membangun bangsa yang lebih beradab. Generasi muda juga hedaknya mengilhami semangat ini dalam bersatu membangun bangsa. Tidak perlu mempersoalkan apa budayanya, agamanya dan lain sebagainya.

Dan yang ketiga Sejarah sebagai Penyemangat. Sejarah pada prinsipnya memberi pengertian utama bagi keberlangsungan manusia, artinya sejarah yang berdasarkan masa lalu akan memberi manfaat penyemangat bagi setiap orang.

“belajarlah dari sejarah” ini juga merupakan semangat bangsa Indoensia dalam memahami masa lalu sebagai bagian dari menata masa depan. Orang yang dalam hidupnya pernah melakukan kesalahan juga tentu tidak akan mengulanginya lagi, karena patokanya adalah pada sejarah.

Dari ulasan diatas, salah satu yang bisa diambil untuk Provinsi Riau, sejarah adalah penyemangat. Generasi muda di Riau, jika membaca sejumlah hasil karya tulis ilmiah dari sejumlah peserta lomba penulisan sejarah lokal yang ditutup 14 Oktober 2022 pengiriman karnyanya, akan semangat memajukan Provinsi Riau.

Dari jejak-jejak masa lalu itu, terutama menyangkut kejayaan kebudayaan Melayu, maka tidak salah jika Riau memiliki visi misi ingin menjadi pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara pada masa depan. (Advertorial)

Sumber
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbmaluku/tiada-masa-depan-tanpa-hari-kemarin-pentingnya-belajar-sejarah-untuk-memahami-masa-kini/

TERKAIT