Cegah Karhutla, RPK PT RUJ Gencar Sebarkan Brosur

Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Ruas Utama Jaya (RUJ) sebarkan brosur kepada masyarakat. (Foto: Muhammad Sarbaini).

Dumai, Siberriau- Menyikapi musim kemarau tahun 2026, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Ruas Utama Jaya (RUJ) terus menggencarkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membagikan brosur edukasi kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar areal konsesi perusahaan.

Dalam brosur tersebut, terdapat sejumlah imbauan penting terkait upaya pencegahan karhutla. Di antaranya adalah larangan membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak membuat api unggun maupun membakar sampah dan serasah di kebun atau ladang.

Selain menyampaikan imbauan, RPK PT RUJ juga mencantumkan nomor kontak darurat yang dapat dihubungi masyarakat jika menemukan adanya asap atau titik api di lapangan.

“Brosur ini kami sebarkan sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat agar ikut terlibat dalam pencegahan karhutla. Jika menemukan asap atau titik api, masyarakat dapat segera menghubungi nomor yang tertera di brosur,” ujar Anggi Saputra, anggota RPK PT RUJ, saat ditemui di lokasi belum lama ini.

Sementara itu, Abdurrahman, anggota RPK lainnya, mengungkapkan bahwa wilayah tersebut saat ini sudah memasuki musim kemarau yang cukup ekstrem. Beberapa titik api mulai terpantau muncul di sejumlah lokasi.

“Prediksi BMKG bahwa pada tahun 2026 ini akan terjadi fenomena El-Nino dimana akan terjadi kemarau panjang diantara bulan Juni hingga Oktober mendatang, Maka dari itu kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Jangan membuat perunan, dan jika merokok pastikan puntungnya benar-benar padam sebelum dibuang, apalagi ini daerah gambut yang sangat mudah terbakar,” katanya.

Komandan RPK PT RUJ, Abdurrahman, menyebutkan bahwa sebagian besar penyebab kebakaran hutan dan lahan berasal dari aktivitas manusia, baik yang disengaja maupun akibat kelalaian.

“Kebakaran hutan umumnya terjadi karena faktor manusia. Karena itu, patroli dan penyebaran brosur edukasi menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mencegah terjadinya karhutla,” ujar Patih.

PT RUJ juga berkomitmen untuk terus melibatkan masyarakat dalam upaya pengendalian karhutla, melalui sosialisasi berkelanjutan, patroli rutin, serta pelibatan warga dalam deteksi dini titik panas. (Muhammad Sarbaini).